SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Perjuangan None Buahkan Hasil, KPK Setujui Pemberian TPP ke Guru SMA,

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 30 Maret 2018 13:03
Perjuangan None Buahkan Hasil, KPK Setujui Pemberian TPP ke Guru SMA,

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar menyambut kedatangan 278 Mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 58 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Kamis (29/3). Supahrin/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Perjuangan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Irman Yasin Limpo alias None untuk memperjuangkan agar para guru SMA dan SMK di Sulsel mendapatkan tunjangan pendapatan pegawai (TPP) berbuah hasil.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menyetujui pemberian Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) atau tukin (tunjangan kinerja) kepada guru SMA/SMK yang berada di bawah naungan Pemprov Sulsel.

Sebelumnya, terhalangnya TPP bagi guru SMA SMK Pemprov Sulsel karena adanya kekhawatiran penolakan dari KPK. Tapi ternyata tak ada masalah. Sepanjang semua unsur dan dasar hukumnya jelas.

Keputusan tersebut disepakati melalui rapat di kantor Gubernur Sulsel, Kamis (29/3/2018). Rapat ini turut melibatkan perwakilan guru.

Guru SMA/SMK Dapat TPP, IGI Sulsel Berpesan BeginiFinalisasi TPP Pemprov Sulsel Tinggal Menghitung HariApril, Pemprov Sulsel Siap Rapel TPP PNS

“Hasil rapat tadi telah memutuskan setiap guru yang sebelumnya tidak mendapatkan TPP, disepakati untuk mendapatkan TPP melalui rekomendasi dari KPK,” ucap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel Irman Yasin Limpo.

None, sapaan akrab Irman Yasin Limpo mengatakan, pemberian TPP kepada guru akan berbeda dengan pemberian TPP terhadap pegawai biasa. Untuk guru, akan ada pemberian TPP dengan sistem selisih karena sudah mendapatkan sertifikasi. Selisih akan disesuaikan dengan keadaan keuangan Pemprov Sulsel.

Selain selisih, besaran TPP bagi guru di daerah terpencil akan berbeda dengan guru yang ada di kota.

“Pemberian TPP dibagi dua, guru terpencil dan guru tidak terpencil. Itu karena beban kerja yang dimiliki guru di daerah terpencil lebih berat dibandingkan dengan guru yang ada di perkotaan,” tutup None.

Perwakilan KPK, Linda memberikan apresiasi mepada Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman YL yang telah memperjuangkan kesejahteraan guru dan kompetensi guru di Sulsel.

“Saya pribadi dan lembaga KPK mengapresiasi itu. Tak ada masalah sepanjang keuangan daerah mampu,” ujar Linda. Linda menambahkan Guru adalah dasar utama dalam menciptakan generasi cerdas Indonesia. (*)


div>