RABU , 17 OKTOBER 2018

Perlawanan Kotak Kosong Sengit, Siapa Diuntungkan?

Reporter:

Iskanto - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 29 Maret 2018 12:00
Perlawanan Kotak Kosong Sengit, Siapa Diuntungkan?

Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pergerakan Laskar Kotak Kosong di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Enrekang semakin gencar. Sejumlah tokoh mulai terang-terangan melakukan sosialisasi kotak kosong.

Terbaru ialah mantan Bupati Enrekang, La Tinro La Tunrung yang ikut mendukung perlawanan tim Kotak Kosong dalam Pilkada 2018. Keseriusan La Tinro memutus dominasi Muslimin Bando-Asma (MBAs) terlihat dari kerap dia menghadiri pengukuhan Laskar Kotak Kosong di beberapa kecamatan.

“Saya akan berjuang untuk menangkan kotak kosong, semua perjuangan ada risikonya. Tapi saya tak akan memikirkan resiko jika itu untuk perubahan yang baik masyarakat Kabupaten Enrekang,” tegas La Tinro beberapa waktu lalu.

Lantas siapa yang diuntungkan dalam pilkada jika kotak kosong nantinya akan menang di Pilkada Enrekang?.

Konsultan Politik Jaringan Suara Indonesia (JSI) Nursandy mengatakan, makin getolnya sebagian kelompok masyarakat yang bergerak mensosialisasikan agar memilih kotak kosong di Pilkada Enrekang jadi fenomena tersendiri sekaligus ancaman bagi pasangan MBAs.

“Kotak kosong bisa menjadi lawan yang benar nyata jika berbagai kelompok masyarakat tergerak dan terkonsolidasi massif atas kesadaran kritis melihat tak ada pilihan figur pemimpin di Bumi Massenrempulu,” kata Nursandy.

Meskipun memang, kata Nursandy, dalam pelaksanaan pilkada daerah belum pernah kotak kosong memenangkan pilkada tersebut. “Memang kemenangan kotak kosong belum ada catatan sejarah dalam pilkada serentak,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kalau kotak kosong benar bisa meraih kemenangan, maka pihak-pihak yang memiliki interest akan diuntungkan. Utamanya kompetitor politik Muslimin Bando karena akan memiliki peluang untuk maju bertarung kembali. “Kemudian rakyat punya ruang mendorong pemimpin alternatif untuk berkontestasi,” tutur Nursandy.

Sementara itu, Pakar Politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arief Wicaksono mengatakan, kotak kosong pada Pilkada Enrekang akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang punya kepentingan politik pada Pilkada Enrekang. Hal itu, kata dia, bisa mengancam pasangan Muslimin-Asman.

“Kalau di Enrekang, fenomena itu nampaknya semakin berkembang luas dan massif. Yang paling diuntungkan dari situasi tersebut saya kira adalah aktor-aktor yang bermain dibelakang fenomena kotak kosong dan lawannya,” kata Arief.

Karena memang, pemain-pemain yang ada dibalik perlawanan terhadap kotak kosong akan sangat diuntungkan. Meskipun nantinya apakah kandidat Muslimin-Asman menang atau tidak bukan menjadi masalah.

“Yaitu aktor yang ketika menang atau kalah pun kotak kosongnya, maka dia relatif masih punya akses terhadap kekuasaan di Enrekang,” paparnya.

Sementara Juru Bicara Muslimin Bando-Asman, Umar tidak ingin terlalu menanggapi hal tersebut, mengingat semua orang memiliki pilihan. “Itu hak demokrasi, tidak ada masalah jika ada yang mensosialisasikan kotak kosong,” katanya.

Meski ada perbedaan, kata dia, dirinya berharap kepada seluruh masyakrat agar kiranya tidak berbuat hal yang tidak diinginkan. “Perbedaan pilihan tidak mengapa tapi jangan merusak silaturahmi kita,” ujarnya. (*)


div>