SENIN , 18 DESEMBER 2017

Perlukah Bayi Tidur Memakai Bantal?

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Minggu , 08 Oktober 2017 21:04
Perlukah Bayi Tidur Memakai Bantal?

jpnn

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Untuk menyambut bayi yang baru lahir, biasanya orang tua menyiapkan segala hal untuk sang buah hati. Termasuk seperangkat perlengkapan tidur yang terdiri dari bantal, selimut, hingga kasur. Tapi, apakah semua itu benar-benar dibutuhkan oleh si kecil?

Nyatanya, bayi baru lahir tidak membutuhkan bantal untuk tidur. Membiarkannya tidur menggunakan bantal—sebagai penopang kepala—malah bisa mengganggu pernapasan. Terlebih jika Anda membiarkan bayi hanya berdua dengan bantal selama dia tidur.

Menggunakan bantal saat si kecil berusia di bawah 1 tahun bisa meningkatkan risiko sudden infant death syndrome atau kematian mendadak pada bayi. National Institute of Child Health and Human Development (NICHHD) merekomendasikan bayi di bawah usia 1 tahun untuk tidur tanpa bantal.

Banyak anggapan yang meyakini bahwa menggunakan bantal sebagai alas kepala si kecil selama tidur, dapat membantu pembentukan kepalanya. Namun, hal itu tidaklah sepenuhnya benar. Menggunakan bantal, apalagi bantal yang terlalu besar, malah bisa menjadi bencana.

Saat si kecil tidur, dengan bantal yang berukuran lebih besar dari dirinya, bantal mungkin akan menutupi wajahnya. Akibatnya sistem pernapasan bisa terganggu dan dapat berakibat fatal. Jika wajah si kecil terlalu lama tertutup bantal, dia bisa mengalami kesulitan bernapas, yang berujung pada kematian.

Sama berbahayanya dengan bantal, memberikan selimut juga tidak dianjurkan pada bayi yang baru lahir. Sebab tak menutup kemungkinan si kecil akan tercekik kain selimut selama dia tidur. Lalu, kapan bayi boleh tidur menggunakan bantal?

Pada dasarnya tidak ada aturan khusus kapan usia terbaik si kecil boleh mulai menggunakan bantal. Sekalipun bantal adalah hal yang penting bagi orang dewasa, untuk memberi rasa nyaman selama tidur, namun tak demikian bagi si kecil.


div>