KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

Permainan Tradisional Ditampilkan di SDN Amparita

Reporter:

Hamsah

Editor:

Iskanto

Selasa , 06 November 2018 13:37
Permainan Tradisional Ditampilkan di SDN Amparita

int

SIDRAP, RAKYATSULSEL.COM – Memperingati Hari Anak Internasional Sejumlah sekolah di Sidrap gelar Outdoor Classroom Day (OCD) yang dirangkaikan dengan berbagai kegiatan, salah satunya kegiatan Sekolah Ramah Anak (SRA) yang menghadirkan sejumlah permainan tradisional, seperti yang ditampilkan SDN 1 Amparita sebagai salah satu sekolah peserta OCD.

Di SDN Amparita berbagai permainan tradisional berusaha di hidupkan kembali seperti permainan tradisional seperti Main jangkar, Massallo (permainan menjaga ujung garis) , Maggalanto (permainan melempar batu), mallongga, tarompa, dan lainnya.

Kepala SDN 1 Amparita, H Abdul Aziz mengatakan, permainan tradisional, sebagai bentuk upaya mengembangkan kembali permainan tradisional yang sudah hampir punah. “Langkah ini kita tempuh untuk menjaga permainan warisan para pendahulu kita agar tetap lestari,” katanya.

Selain itu untuk mewujudkan Program SRA di SDN 1 Amparita dilaksanakan beberapa kegiatan anak dan guru sebelum mata pelajaran dimulai di dalam kelas seperti aksi cium tangan guru, anak-anak juga dididik doa bersama sebelum masuk ke ruang kelas.

Ada juga kegiatan cuci tangan sebelum makan, aktivitas literasi dan kegiatan-kegiatan lainnya

Dalam pengaplikasian SRA ini tampak kepala sekolah beserta guru-guru menyambut siswa digerbang dan saling bersalaman sebelum masuk ke ruang kelas, selain itu Senyum, Sapa, Salam (3S) juga menjadi budaya di Sekolah itu.

Abd Azis dihadapan anak, guru dan orang anak mengatakan pihak sekolah memang sengaja mengundang pihak eksternal. Program Sekolah Ramah Anak (SRA) itu sudah ada sejak 2017 lalu. “Hari ini kami deklarasikan secara bersama,” katanya.

Deklarasi program SRA di SDN 1 Amparita tersebut ditandai dengan penandatangan bersama di sebuah spanduk besar,

“Alhamdulillah, hari ini sama-sama kita deklarasikan. Kita berharap program SRA yang mencakup 18 karakter dapat dilaksanakan di sekolah kita ini” ujar Aziz.

Sementara salah satu orang tua siswa, Wana mengaku sangat mendukung kegiatan SRA ini, karena anak saya mengaku senang ke sekolah.

“Bagusnya, kegiatan ini tampak menjadikan siswa senang berada disekolah, anak senang belajar, gurunya juga terlihat adem mengajar dan pastinya kami sebagai orang tua anak akan bahagia,” ujar Wana. (*)

 


div>