SENIN , 28 MEI 2018

Persaingan Calon Bupati Takalar Mulai Memanas

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 27 September 2012 12:31
Persaingan Calon Bupati Takalar Mulai Memanas

Kampanye : Pasangan Ajjiku saat kampanye. Persaingan mendekati pencoblosan makin memanas

Kampanye : Pasangan Ajjiku saat kampanye. Persaingan mendekati pencoblosan makin memanas

TAKALAR – Mendekati hari “H” pencoblosan Pemilihan Bupati Takalar pada 4 Oktober mendatang, “cuaca” politik pun makin terik saja. Antara pasangan calon sudah saling sindir terkait visi dan misinya. Bahkan, dinilai sudah bau provokatif.

Tim pemenangan kandidat calon bupati dan wakil bupati Takalar, Syamsari Kitta-Hamzah Barlian (Sarrita), merasa terusik atas pernyataan Burhanuddin Baharuddin, calon bupati dari partai Golkar, yang menganggap pemberian sapi yang menjadi salah satu program kampanye Sarrita terlalu mengada-ada.

“Petikan orasi Burhanuddin kurang pantas untuk disampaikan kepada khalayak di tempat umum, apalagi bermaksud menyinggung  program unggulan kandidat lain” kata Ketua Tim Media Sarrita, Hairil Anwar, Rabu (26/9) kemarin.

Hairil  menilai, apa yang disampaikan oleh Burhanuddin tersebut bersifat provokatif. Dan Hairil menganggap, kandidat yang diusung oleh Partai Golkar tersebut telah menyalahi pedoman teknis kampanye.

Sebelumnya, dalam kegiatan kampanye yang digelar oleh Burhanuddin-Natsir Ibrahim, kandidat ini sempat menyinggung tentang program sapi yang merupakan jualan politik Sarrita.

“Saya kasih asuransi, tapi bukan sapi. Sebab sapi belum layak untuk masyarakat Takalar,” ujarnya pada saat itu. Anggota tim advokasi Saritta, Muhamad Aksin Suarso, menambahkan, tidak selayaknya kandidat tertentu menyinggung program orang lain.

Semestinya, menurut dia, Burhanuddin-Natsir berfokus program unggulannya sendiri.  “Jangan urusi dapur calon lain. Kami lebih tahu program kami sendiri. Pak Syamsari tidak mungkin berjanji jika tidak mampu merealisasikan program itu,” ujar Aksin.

Dalam visi-misinya, Sarrita akan melakukan pemberdayaan petani dalam bentuk pemberian seekor sapi per kepala keluarga. Kandidat ini menjanjikan kepada 70 ribu kepala keluarga di Kabupaten Takalar, dengan besar anggaran yang dapat diserap sebanyak Rp 210 miliar per tahun yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara.

Sementera itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Takalar,Syamsuddin Sese, mengaku belum mengetahui  secara persis adanya persoalan tersebut. “Sampai saat ini belum ada masuk laporan dari kandidat ke kami,” katanya. (RS1/D)


Tag
div>