SENIN , 21 MEI 2018

Perselingkuhan Berakhir di Ujung Gunting Rakitan

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 14 Februari 2017 10:43
Perselingkuhan Berakhir di Ujung Gunting Rakitan

Ibnu Suhud (27 tahun) bersama sejumlah barang bukti diamankan Polrestabes Makassar, Senin (13/2), setelah diduga membunuh sahabatnya Tarmizi Thahir alias Kammang (25). foto: reza riyaldi saleh/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ibnu Suhud (27 tahun), diduga pelaku pembunuhan terhadap rekannya Tarmizi Thahir alias Kammang (25), kini mendekam di jeruji Mapolrestabes Makassar. Ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya menghilangkan nyawa sahabatnya secara sadis, Senin (13/2).

“Suhud (pelaku, Red) harus mendekam di jeruji besi seumur hidupnya karena akan dijerat Pasal 340 jo Pasal 338 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup,” kata Kombes Pol Endi Sutendi, Kapolrestabes Makassar di Mapolrestabes Makassar, Selasa (14/2).

Namun, sebelum menjalani hukuman jeruji seumur hidup, menurut Endi, pelaku harus melewati beberapa tahap untuk membuktikan jika dirinya memang membunuh temannya sendiri secara sadis.

“Kita masih dalami dulu pelakunya, apakah dia sendiri atau berkelompok. Nanti di periksa dulu sama penyidik, karena dia mengakunya sendiri,” jelasnya.

Suhud dan Kammang sendiri merupakan teman lama, sejak SMP. Keduanya sangat akrab. Apalagi, kediaman keduanya sangat berdekatan di Pulau Kalu Kalukuang, Kecamatan Liukang Tangayya, Kabupaten Pangkep. Bahkan, bukan hanya itu saja, korban (Kammang,red) akrab dengan istri pelaku.

Namun kemudian, persahabatan itu pun sirnah dan menjadi pertikaian antara keduanya lantaran dibakar api cemburu karena Suhud mengetahui istrinya pernah berhubungan intim dengan sahabatnya itu.

Endi menjelaskan berdasarkan pengakuan pelaku, sebelum membunuh rekannya itu, keduanya terlebih dahulu pergi jalan-jalan ke Kabupaten Takalar dan Kabupaten Jeneponto hingga akhirnya tiba di depan Perumahan Villa Mutiara, Jalan Ir Sutami (Tol Reformasi), Makassar, Senin (13/2), sekiranya pukul 00.30 WITA.

[NEXT-RASUL]

Di tengah perjalanan ke lokasi sebagai tempat Tarmidzi meregang nyawa, keduanya sempat singgah menikmati hidangan makanan sari laut di Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

“Setelah singgah makan sari laut, mereka melanjutkan ke depan Perumahan Villa Mutiara. Awalnya, keduanya saling ngobrol dan mengungkit kelakuan sang korban yang berselingkuh dengan istrinya. Di situlah emosi pelaku memuncak lalu mengambil batu beton menghantam belakang kepala korban, sehingga korban tidak sadarkan diri. Setelah itu, pelaku pun mengambil senjata rakitannya, berupa gunting dan menusuk leher korban pada bagian leher sebelah kiri sebanyak sembilan kali,” bebernya.

Endi menjelaskan, senjata tajam rakitan, berupa gunting yang terbalut karet ban warna hitam, merupakan alat yang digunakan Suhud membunuh temannya. Setelah dipergunakan, pelaku menyembunyikan senjata tajam itu, ke dalam jok motor tepatnya di samping tangki motor.

Usai melakukan aksinya, pelaku lalu melarikan diri ke Jl Emmy Saelan bertemu beberapa temannya untuk diantar ke rumah kerabatnya, SU di Jl Manuruki 13. Di tempat inilah pelaku bersembunyi hingga akhirnya ditangkap Tim Khusus Polda Sulsel dan Tim Resmob Polrestabes Makassar yang melakukan pengejaran. (***)


div>