KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Perseteruan Mandor dan Ketua Koperasi Pelabuhan Nusantara Dimediasi

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Selasa , 04 September 2018 09:33
Perseteruan Mandor dan Ketua Koperasi Pelabuhan Nusantara Dimediasi

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare menggelar rapat dengar pendapat bersama Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Parepare, terkait pemberhentian sembilan orang mandor atau Kerja Regu Kerja (KRK) pelabuhan nusantara dan Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) PT. Pelabuhan Indonesia, diruang rapat komisi II DPRD Parepare, Senin (3/9/2018).

Ketua DPRD Parepare, Kaharuddin Kadir mengatakan setelah pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk menggelar rapat internal.

“Saya rasa ini tidak perlu sampai ke DPRD. Persoalan ini bisa diselesaikan secara internal. Solusinya, mereka akan bertemu secara kekeluargaan, dan membicarakan kebijakan-kebijakan mengenai koperasi. Karena pada dasarnya, koperasi bisa menolong para buruh. Dengan adanya koperasi, mereka bisa meminjam dana tambahan jika diperlukan,” jelasnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Parepare, Rahmat Sjamsu Alam mengatakan, pihaknya mendukung langkah ketua koperasi TKBM melakukan perubahan. Namun, tidak dilakukan secara mendadak.

“Karena inu penataan maka harus dilakukan secara bersama dalam menerapkan aturan maupun kesepakatan lainnya, agar sistem yang baru bisa dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Sementata Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha KSOP Parepare, Muh. Rusli mengatakan, perseteruan yang terjadi antara Ketua Koperasi TKBM Parepare dan Mandor disebabkan oleh beberapa hal.

Setelah ketua TKBM yang baru terpilih banyak yang melenceng dari aturan. Salah satunya, pemberhentian kesembilan mandor tanpa adanya pemberitahuan.

“Kami bersyukur karena kedua belah pihak mau membiacarakan masalah ini secara kekeluargaan. Apalagi, koperasi ini sangat bermanfaat. Sampai sekarang saja, direkening koperasi sudah ada Rp. 70 juta,” jelasnya. (MP1)


div>