RABU , 21 NOVEMBER 2018

Pertama di Indonesia, BRPBAP3 Maros Sediakan Pakan Induk Udang Windu dan Kepiting Bakau

Reporter:

Muhammad Iqbal

Editor:

Iskanto

Rabu , 07 November 2018 17:30
Pertama di Indonesia, BRPBAP3 Maros Sediakan Pakan Induk Udang Windu dan Kepiting Bakau

Ketua kelompok peneliti Nutrisi dan Teknologi Pakan BPRBAP3 Maros, Dr. Usman, M.Si

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BPRBAP3) Maros sediakan pakan induk udang windu dan pakan kepiting bakau yang merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan selama beberapa tahun.

Penelitian yang sudah dilakukan sejak 2012 lalu itu telah menghasilkan pakan yang siap dipasarkan. Untuk pakan kepiting bakau, penelitiannya itu dilakukan sejak 2015 lalu.

Ketua kelompok peneliti Nutrisi dan Teknologi Pakan BPRBAP3 Maros, Dr. Usman, M.Si mengatakan penelitian tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap lingkungan. Karena selama ini indukan yang digunakan itu dari alam yang notabenenya berkurang tiap saat.

“Telah tersedia formulasi pakan udang windu fase prematurasi untuk menghasilkan induk udang windu hasil budidaya tambak sebagai alternatif pengganti / substitusi induk udang windu dari alam yang semakin berkurang.
Harga pakan induk udang windu impor (semi moist pelet) sekitar Rp.380.000-400.000/kg,” ujar Usman, Rabu (07/11/2018).

Selain formulasi pakan calon induk udang windu, Usman menyampaikan juga tersedia formulasi pakan pendederan kepiting bakau yang siap digunakan dan dikembangkan.

“Selain udang windu, juga ada pakan kepiting yakni pakan pendederan krablet yang harganya terbilang sangat terjangkau, hanya 35.000 per kilogramnya. Dan untuk pakan udang windunya itu juga sangat terjangkau, hanya berkisar 27.000 sampai 30.000 tiap kilogramnya,” paparnya.

Diketahui, pakan udang windu tersebut merupakan yang pertamakalinya ada di Indonesia dan harganya juga terbilang sangat terjangkau dibanding di luar negeri yang sampai jutaan rupiah.

Sementara itu, Plt Kepala BPRBAP3 Maros, Andi Indra Jaya Asaad berharap agar masyarakat pembudidaya dapat mengadopsi untuk pembuatan pakan tersebut dengan mengandalkan bahan yang tersedia.

“Kita berharap masyarakat pembudidaya dapat mengadopsi pembuatannya dan balai juga terbuka apabila memerlukan pembinaan kegiatan riset baik pakan maupun yang lainnya,” ungkap Indra.


div>