RABU , 19 DESEMBER 2018

Pertama Launching Kebun Sekolah, SDN 154 Inpres Tumalia Jadi Percontohan di Maros

Reporter:

Lukman

Editor:

Senin , 23 Juli 2018 19:20
Pertama Launching Kebun Sekolah, SDN 154 Inpres Tumalia Jadi Percontohan di Maros

Kebun Sekolah di SD Negeri 154 Inpres Tumalia Kabupaten Maros.

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – SD Negeri 154 Inpres Tumalia Kabupaten Maros bekerjasama dengan East-West Seed cap Panah Merah resmi launching Kebun Sekolah, Senin 23 Juli 2018.

Kepala SDN 154 Inpres Tumalia, Hasdiah mengatakan, jika tujuan dari dibuatnya Kebun Sekolah tersebut guna memperkenalkan kepada peserta didik bagaimana bercocok tanam, juga sebagai sarana wirausaha sekolah.

“Tujuan daripada kebun sekolah ini adalah memperkenalkan kepada siswa bagaimana bercocok tanam dengan baik, mulai dari menanam, memelihara, hingga cara panennya. Dan ini tentu saja akan bermanfaat kedepannya. Selain itu ini juga sarana sumber belajar mereka, karena juga ini dimuat dalam pelajaran IPA dan Mulok. Juga sebagai wirausaha kami di sekolah,” paparnya, Senin (23/07).

Lebih lanjut, Hasdiah menyampaikan, jika sekolahnya adalah yang pertama di Kabupaten Maros yang membuat Kebun Sekolah. Ia berharap sekolah lain juga dapat terinspirasi.

“Jadi kami adalah yang pertama di Maros yang melaunching Kebun Sekolah ini, kebun yang sangat bermanfaat bagi kita utamanya pelajar. Saya pribadi berharap, sekolah kami sebagai percontohan dapat dijadikan inpirasi bagi sekolah lain untuk membuat kebun sekolah semacam ini,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Area Sales Manager Wilayah Indonesia Timur East-West Seed cap Panah Merah, Renof Feriyanto berharap kedepannya Urban Farming semakin banyak dikenal di perkotaan, utamanya di sekolah – sekolah.

“Kami berharap program Urban Farming ini semakin dikenal di perkotaan, sebagaimana kita tahu sendiri bahwa wilayah kota semakin sempit dengan bangunan-bangunan, dan betapa sangat bermanfaat ketika di sela-sela rumah kita ada kebun daripada harus beli di pedagang. Kami menyediakan bibit unggulnya, sisa dihubungi dan kami akan antarkan serta memfasilitasi bagaimana cara pengolahannya dengan baik. Kami akan bantu. Tak hanya itu, kami juga berharap kedepannya anak-anak mulai dari tingkatan sekolah dasar mengenal dunia pertanian sejak dini,” jelasnya.

Senada, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Arman Arsyad berharap 260 lebih SD di Maros dapat membuat kebun sekolah seperti yang dikembangkan oleh SDN 154 Inpres Tumalia sejak April lalu.

“Jadi saya berharap bukan hanya sayuran di kebun sekolah, tetapi ilmu tentang tanaman agroindustri juga diberikan kepada anak sejak dini, utamanya pada bangku sekolah dasar. Supaya anak paham bagaimana bercocok tanam dengan sehat dan baik. Saya harapkan 260 lebih SD di Maros juga dapat membuat Kebun Sekolahnya masing-masing, dan memang sekolah punya tanggungjawab untuk itu,” ungkapnya. (*)


div>