SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Pertamina Sebut Stok LPG Aman, Tapi kok Masih Langka ?

Reporter:

Armansyah

Editor:

Muh Sophian AS

Senin , 13 November 2017 23:10
Pertamina Sebut Stok LPG Aman, Tapi kok Masih Langka ?

Gas Elpiji 3 Kg (ilustrasi) (foto:int)

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg sudah mulai dikeluhkan warga Kota Makassar sejak beberapa hari terakhir. Hal itu terlihat saat dilaksanakannya operasi pasar PT Pertamina.

Seperti yang dikatakan Erni (40), warga Jalan Datu Ri Bandang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, saat ditemui disela-sela antrian pembelian tabung gas elpiji dalam operasi pasar, yang diselenggarakan PT Pertamina MOR VII, di Jalan Sunu, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Senin (13/11). “Sudah lamami langka, saya biasa pakai 2 tabung per hari karena di pakai untuk jual gorengan tapi sekarang susahmi didapat. Kalau ada harganya sekitar Rp 18 ribu sampai 20 ribu,” kata Erni.

Selain itu, Nurdin (52), warga Jalan Maccini Gusung, Kelurahan Maccini Gusung, Kecamatan Makasssar, mengaku sudah sekitar sepekan mengalami kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg. “Iya langka, sudah sekitar seminggu, ada dekat rumah tapi stoknya kurang. Harganya juga sekitar Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu,” ucap Nurdin

Hal itu, juga diungkapkan Fitri, 30, warga Jalan Bayam, Kelurahan Wajo Baru, Kecamatan Bontoala. Ia mengaku sudah seminggu lebih kesulitan mencari pasokan gas elpiji 3 kg. “Iye susah dapat, kalaupun ada di eceran itu mahal sampai Rp 25 ribu per tabung. Dekat rumah ada pangkalan tapi kosong terus, giliran ada di eceran mahal harganya,” Kata Fitri

Untuk itu, kata dia, setelah mengetahui adanya operasi pasar dengan menjual ratusan tabung gas elpiji, pihaknya memilih antri meskipun diguyur hujan.

Selain mereka, masih ada ratusan warga lainnya yang ikut mengantri demi mendapatkan pasokan gas elpiji 3 kg. Namun, masyarakat hanya diperbolehkan membeli satu tabung untuk satu orang dengan mempelihatkan foto copy KTP.

Sementara itu, Pjs Area Manager Communication & Relations Sulawesi, Krisanti Gondokusumo, mengatakan jika kegiatan operasi pasar itu dilakukan berdasarkan arahan pemerintah dalam hal ini ESDM, untuk mengatasi adanya isu kelangkaan tabung gas elpiji di Kota Makassar. “Ada empat lokasi rencananya, yaitu di Kecamatan Biringkanayya, Tamalanrea, Tamalate, dan Bontoala, setiap kecamatan itu ada 560 tabung yang kita jual,” tuturnya.

Terkait isu kelangkaan tabung gas elpiji di Makassar, kata dia hingga saat ini distribusi gas elpiji 3 kg berlangsung normal, sesuai dengan kuota yang diberikan pemerintah yaitu 48.800 metrik ton.

Kata dia sejauh ini, realisasi penyaluran tabung gas elpiji bahkan sudah mencapai 84 persen, di tahun berjalan. Bahkan penyaluran masih terbilang normal hingga di pangkalan. “Tugas kami itu menyalurkan elpiji ke masyarakat karena kami selaku operator itu penyalurannya normal sampai sekarang, bahkan kami monitor sampai ke pangkalan itu baik-baik saja,” ungkapnya. (*)


Tag
  • LPG Langka
  •  
    div>