SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Pertanyakan Harga Gabah, Petani Sambangi Makodim 1422 Maros

Reporter:

Jumaedi

Editor:

Lukman

Rabu , 14 Maret 2018 19:00
Pertanyakan Harga Gabah, Petani Sambangi Makodim 1422 Maros

Puluhan petani saat mendatangi Markas Komando Militer (Kodim) 1422, Rabu (14/03).

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Puluhan petani mendatangi Markas Komando Militer (Kodim) 1422, Rabu (14/03). Mereka diterima langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 1422 Maros, Letkol Kav Mardi Fajarianto di aula Makodim Maros.

Petani yang berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Bantimurung dan Simbang ini ingin mendapat penjelasan dari pihak kodim yang telah menahan gabah milik pengusaha padi lokal yang akan dibawa ke Pinrang, serta pempertanyakan harga gabah yang dinilai terlalu rendah.

“Saya ini petani pak, biaya tiga bulan mengurus padi itu tidak sedikit, tapi kenapa pada saat panen harganya dibatasi pak. Ada yang mau beli mahal tapi dilarang, kenapa ini bisa terjadi pak. Jangan dibatasi kalau ada yang mau beli gabah tinggi pak. Karena kita juga mau sejahtera pak. Harusnya pendistribusian pupuk, ketersediaan racun, itu yang diawasi, bukan pembeli gabah yang mahal diawasi,” ungkap seorang warga, Ibrahim, saat berdialog dengan pihak Kodim 1422.

Hal yang sama juga disampaikan oleh seorang pengusaha gabah, Irwan. Ia mengaku kaget lantaran gabahnya ditahan.

“Setahu saya kalau TNI sudah turun tangan berarti ada hal yang berbahaya atau urgent, padahal saya hanya beli gabah dengan surat izin resmi kok malah ditahan sama Pak tentara. Sampai-sampai STNK mobil juga ditahan,” ungkap Irwan.

Sementara itu, Kepala Desa Alatengae, Abd Azis, yang juga ikut pada dialog tersebut mengatakan jika hubungan pihak desa dengan pihak TNI sangat baik.

“Hubungan kami dengan pak Babinsa di desa sudah sangat baik selama ini, jangan karena ada hal seperti ini hubungan kita menjadi retak. Di bawah itu yang ditahu sama masyarakat bahwa TNI yang menghalangi pengusaha membeli harga tinggi. Kami sayang sama tentara, tolong kasi solusi pak,” pinta Azis.

Terkait hal itu, Komandan Kodim (Dandim) 1422 Maros, Letkol Kav Mardi Fajarianto, mengatakan jika ia meminta maaf atas miskomunikasi ini. Menurut dia hal ini hanya kesalahpahaman.

“Jadi tidak ada itu penahanan gabah apalagi penangkapan gabah milik pengusaha, ini adalah hasil koordinasi kami dengan pihak bulog. Kita khawatir jika target tidak tercapai maka akan ada impor beras, makanya kami harus turun tangan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, jika sampai hari ini stok gudang bulog belum terisi setengahnya, dan dikhawatirkan jangan sampai gabah ini dijual keluar.

“Kita ada target untuk bulog, tapi untuk saat ini pihak kami tidak akan melakukan lagi sweeping di jalan, biar kita menunggu aturan dulu mengenai harga gabah,” ungkap perwira dengan dua melati ini.

Ia juga mengaku sudah bertemu dengan Bupati Maros Hatta Rahman untuk membahas ini. “Kita akan menunggu Perbup dulu, jadi mulai hari ini silahkan semua berjalan sebagaimana sebelumnya,” tuturnya yang disambut tepuk tangan dari para petani. (*)


div>