MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Pertemuan Akhir Jelang Pulang Diwarnai Isak Tangis

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Minggu , 02 September 2018 22:48
Pertemuan Akhir Jelang Pulang Diwarnai Isak Tangis

IST

Suasana setelah Salat Dhuhur, Minggu, 2 September 2018 yang digelar di Mushollah Hotel Masaat Al Aseel yang menjadi pemondokan seluruh Jemaah Kloter 14 UPG diwarnai dengan isak tangis dan penuh keharuan, jabat tangan serta pelukan sebagai tanda saling memaafkan setelah hampir 40 hari bersama sama di dua kota suci, Madinah dan Mekkah melaksanakan rukun Islam yang kelima.

Hal tersebut dikarenakan merupakan jadwal pertemuan terakhir antara seluruh petugas kloter dan seluruh jemaah Kloter 14 UPG sebelum memasuki masa pemulangan ke tanah air yang rencananya akan diberangkatkan dari Hotelnya pada tanggal 5 September 2018 dan rencana tiba di tanah air dalam hal ini embarkasi Makassar pada 6 September 2018 pukul 22.00 Wita.

Pertemuan tersebut selain membahas mengenai informasi penting terkait hal-hal teknis persiapan pemulangan jemaah kloter 14 UPG, manasik ibadah terkait Tawaf Wada’ oleh pembimbing Ibadah Kloter H Muh Nur serta manasik kesehatan oleh dr Benny Novrianto. Pertemuan itu juga diadakan simulasi proses pemulangan, mulai dari informasi terkait keselamatan penerbangan khususnya menyangkut aturan maskapai penerbangan internasional atas barang bawaan jemaah haji.

Disampaikan juga bahwa khusus kloter 14 UPG jadwal penimbangan barang atau koper bagasi akan dilangsungkan pada tanggal 4 September 2018 pukul 11.00 WAS di lobby Hotel, karenanya ketua kloter berharap koper bagasi sudah dikumpul di lobby hotel paling lambat jam 08.00 WAS pagi dan diatur berdasarkan rombongan.

Dalam pertemuan simulasi jelang pemulangan itu juga disepakati bahwa 12 jam sebelum meninggalkan hotel menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah seluruh jemaah dipastikan sudah selesai melaksanakan Tawaf Wada’, dan tidak ada lagi yang meninggalkan hotel untuk mengantisipasi tidak ada lagi jemaah yang tercecer atau terpisah dari rombongan regunya.

Selain itu, disepakati juga bahwa para ketua regu dan rombongan akan mengumpulkan seluruh passpor jemaah 2 jam sebelum mendarat ke Embarkasi Makassar dan kesepakatan uniknya adalah dimana seluruh jemaah dilarang menggunakan parfum berlebih sebelum naik ke pesawat dan saat di pesawat demi kenyamanan seluruh penumpang.

Sedangkan mengenai jadwal Tawaf Wada’ disepakati dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok pertama adalah jemaah yang berkebutuhan khusus seperti yang menggunakan kursi roda. Kelompok jemaah ini akan dibawa di tahap pertama yakni 2 hari sebelum jadwal pemulangan dan akan dikoordinir dan didampingi langsung oleh petugas kloter, sementara untuk kelompok kedua yakni yang masuk kategori lansia tapi masih mampu berjalan akan dipandu tawafnya sehari sebelum pemulangan, dan sementara jemaah diluar kedua kategori diatas digolongkan jemaah sehat dan mandiri diberikan kesempatan sampai batas 12 jam sebelum pemulangan, yang inti dari pembagian kelompok ini adalah mengantisipasi kemungkinan adanya jemaah yang tercecer atau ghaib dan belum melaksanakan Tawaf Wada’.

Diakhir pertemuan salah seorang ketua rombongan yaitu H Muh Zakir yang juga anggota DPRD asal Papua Barat tampil mewakili jemaah menyampaikan terima kasih dan apresiasi positifnya kepada seluruh petugas kloter baik TPHI, TPIHI dan TKHI serta TPHD yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah, meskipun para petugas kloter ini mengorbankan kesehatan dan kesempatannya untuk memperbanyak ibadahnya di dua masjidil haram.

H Zakir juga menyampaikan apresiasi positif kepada pemerintah Indonesia atas fasilitas pelayanannya selama melaksanakan ibadah haji tahun ini. Ia bersyukur diberikan perhatian lebih dari pemerintah, ia hanya berharap semoga tahun-tahun sebelumnya bisa lebih meningkat lagi.

Jumlah jemaah kloter 14 UPG awalnya seban6ak 453 orang, tapi saat ini hanya berjumlah 452 orang karena 1 orang jemaah meninggal dunia di pemondokan Mekkah sebelum memasuki masa Armina karena serangan Jantung. Jemaah atas nama Aty Yuliana Kasmidi asal Manokwari Papua Barat. (*)

Dilaporkan langsung oleh
Mawardy Siradj
Ketua Kloter 14 UPG
Dari wilayah Mahbas Jin Mekkah Al Mukarramah


div>