JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Pertunjukkan Kuda Lumping Meriahkan Syukuran Desa

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 08 Januari 2016 16:45

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak enam penari wanita menunggangi kuda lumping tampil lenggak lenggok menghibur para tamu dan undangan yang sedang menghadiri perayaan syukuran desa atau bersih desa yang digelar pemerintah dan masyarakat Desa Wonorejo Timur di halaman Kantor Desa Wonorejo Timur, Kamis (8/1). Aksi kesenian Kuda Lumping Binaan sanggar Turunggo Joyo Putri itu mampu menghipnotis para penonton yang menyaksikan atraksinya.

Selain pemerintah desa, syukuran desa ini juga dihadiri Asisten Administrasi Umum, H Baharuddin mewakili Penjabat Bupati Luwu Timur, Camat Mangkutana, Kamal Rasyid, Camat Burau, Satri, HM Thorig Husler, dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Syukuran Desa ini mengangkat tema ”dengan syukuran desa kita tingkatkan revolusi mental dalam membangun perekonomian masyarakat”.

Kepala Desa Wonorejo Timur, Anwar mengatakan syukuran desa atau bersih desa selalu dilakukan masyarakat sebelum turun sawah. Tujuannya agar musim tanam ini juga mendapatkan berkah dan rahmat dari Allah SWT, sehingga produksi pertanian kedepannya dapat terus meningkat.

Ia juga mengatakan ada tiga hal penting dari perayaan tahun ini yang sejalan dengan tema revolusi mental. Menurutnya ketiga hal pentingu tersebut pertama, mengajak seluruh masyarakat Desa Wonorejo Timur untuk bersikap optimis dalam membangun desa. Selanjutnya, peringatan ini juga bermakna agarseluruh komponen masyakarat harus berpikir positif .

“ kita harus selalu berpikir postitif dalam segala hal, sebab pasti selalu ada hikmah dari setiap kejadian” tandasnya.

Terakhir, kata Anwar, masyarakat Desa Wonorejo Timur harus selalu bersyukur, rajin beramal, saling bekerjasama dan bergotong royong antar sesama. “Mari kita hidupkan semangat–semangat ini semua dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Asisten Administrasi Umum, H Baharuddin mengatakan, syukuran desa dalam tradisi masyarakat, menjadi salah satu bagian dari tradisi selamatan yang mengandung banyak hikmah bagi seluruh aspek kehidupan. Di samping itu, sebagai sarana di mana seluruh warga desa dapat berinteraksi sosial satu sama lain secara lebih intensif.

“Mari kita jaga kebersamaan di daerah ini agar suasana tetap kondusif, sehingga pembangunan yang kita laksanakan dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Dalam acara itu juga diserahkan penghargaan kepada Sadirin sebagai Kepala Dusun Teladan yang mengabdi sejak tahun 1986 hingga sekarang dan memulai dari tingkat RT, RW hingga Kadus. Penghargaan lainnya juga diserahkan kepada Dahlan sebagai RT terbaik dalam pengumpulan pajak sejak tahun 2000 hingga sekarang.


div>