Senin, 21 Agustus 2017

Perum Bulog Siapkan Rp800 Miliar untuk Serap Gabah

Jumat , 11 Agustus 2017 14:15
Ilustrasi
Ilustrasi

RAKYATSULSEL.COM – Harga pembelian gabah dan beras naik 10 persen. Di Sulsel, Perum Bulog siapkan anggaran hingga Rp800 miliar.

Kepala Divre Perum Bulog Sulselbar, Dindin Syamsuddin, mengatakan, perubahan harga ini ditetapkan melalui skema fleksibilitas. Menurutnya, kenaikan harga 10 persen ini agar petani tetap diuntungkan.

Dindin menyebut, harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dianggap sudah jauh di bawah harga pasar. “Melalui skema fleksibilitas ini, Sulsel ditarget 109 ribu ton hingga Desember 2017,” tutur Dindin, dilansir fajaronline, Kamis (9/8).

Dia menambahkan, pada skema fleksibilitas ini, membuat harga beras naik dari Rp7.300 per kilogram (kg) menjadi Rp8.030 per kg. Sementara, untuk gabah kering giling (GKG), jelasnya, dibeli dari Rp4.650 per kg menjadi Rp5.115 per kg.

Dia bilang, anggaran yang disiapkan untuk kenaikan harga pembelian ini, sudah disebar ke beberapa daerah untuk menyerap hasil panen. “Kami optimis target 109 ribu ton akan tercapai hanya dalam dua bulan ke depan,” bebernya.

Target secara keseluruhan, tambahnya, mencapai 418 ribu ton. Saat ini, sudah tercapai 194 ribu ton. Kenaikan harga ini membuat petani bergairah meningkatkan produksinya. Sektor pertanian jadi unggulan Sulsel dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. “Petani harus diuntungkan, harus menikmati hasil jerih payahnya,” katanya. (*)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*