SENIN , 23 JULI 2018

Peruntukan Kios Pasar Sentral Diduga Tak Tepat Sasaran

Reporter:

Supahrin Tiro

Editor:

asharabdullah

Rabu , 14 Maret 2018 15:15
Peruntukan Kios Pasar Sentral Diduga Tak Tepat Sasaran

Kabid Pendapatan dan Perpajakan Badan Keuangan Daerah dan Aset Takalar, M Nasir Daeng Lengu. Foto: Supahrin/RakyatSulsel

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Pembagian kios di Pasar Sentral Takalar diduga tidak sesuai dengan peruntukannnya. Pasalnya, saat ini beberapa kios masih belum terisi dan masih dalam keadaan tergembok. Masyarakat menduga, kios lainnya didominasi keluarga pejabat Pemda. Beberapa pedagang pasar yang tak kebagian kios pun mengeluh karena tak kebagian kios.

“Kami sebenarnya kecewa dengan pemerintah Takalar karena rata-rata yang diberikan kios adalah keluarga salah satu pejabat dan mantan pejabat Pemda,” ungkap pedagang inisal HH, Rabu (14/3) kemarin.

Pihaknya juga mengakui, ada oknum yang mengambil keuntungan dari pembagian kios tersebut, dimana biaya sewa pertahun yang sudah ditetapkan oleh pemerintah hanya Rp750 ribu, sementara ada pedagang yang membayar Rp5 juta hingga 30 juta per kios.

Direktur LSM Bawakaraeng, Tompo Ciho menyatakan, pihaknya menemukan beberapa nama pejabat yang dititip sebagai pemilik kios. “Kami sudah mengantongi beberapa nama pejabat dan keluarga mantan pejabat di Takalar yang disebut sebut namanya sebagai pemilik kios,” katanya.

Pihaknya juga mencurigai, pasalnya, dari 96 kios, baru sekitar 40 yang sudah terisi barang dagangan, lainnya belum ditempati oleh pedagang.

“Masih banyak kios yang tidak terisi, sementara masih banyak pedagang yang benar-benar serius mau jualan dan mengisi kios tersebut tetapi mereka tidak punya akses dan terkesan ditutup-tutupi,” lanjut Tompo.

Sementara itu, Kabid Pendapatan dan Perpajakan Badan Keuangan Daerah dan Aset Takalar, M Nasir Daeng Lengu mengakui, masih ada 60 persen dari 96 unit kios di pasar sentral yang belum ditempati dan masih ada beberapa yang belum membayar retribusi.

“Kami dilema, karena ada beberapa nama yang sudah dititip oleh pejabat, namun mereka itu sebagian belum menempati kios tersebut bahkan alamat yang bersangkutan tidak diketahui,” akunya. (*)


div>