RABU , 17 JANUARI 2018

Perusahaan Wajib Susun Struktur dan Skala Upah

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 17 Desember 2017 23:15
Perusahaan Wajib Susun Struktur dan Skala Upah

La Tunreng. foto: doelbeckz/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah mewajibkan setiap perusahaan menyusun struktur dan skala upah. Kebijakan ini efektif berlaku 1 Januari 2018 mendatang. Hal itu merujuk kepada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 1 Tahun 2017 tentang Struktur dan Skala Upah.

Sekretaris Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel, Yusran IB Hernald di sela-sela rapat DPP Apindo Sulsel di Kantor DPP Apindo Sulsel, Sabtu (16/12), menjelaskan pentingnya penerapan struktur dan skala upah.

Pertama memberikan rasa keadilan kepada pekerja. Yaitu, menempatkan pekerja sesuai kinerja, diberikan penghasikan sesuai hasil kerja, dan diberikan posisi atau jabatan berdasarkan kemampuannya. Kedua memberikan ketentraman bagi pengusaha. Yaitu memberian penghasilan/gaji sesuai porsi, tidak semata-mata mengandalkan patokan Upah Minimum Provinsi (UMP). Dan, ketiga penetapan upah yang diterima ditetapkan berdasarkan bobot jabatan (nilai pekerjaan) yang diperoleh melalui evaluasi jabatan.

“Struktur dan skala upah ini memberikan keadilan kepada pekerja. Juga memberikan keuntungan kepada pengusaha,” jelas Yusran yang belum lama ini mengikuti Training Of Trainer (TOT) Struktur dan Skala Upah yang dilaksanakan Kementerian Tenaga Kerja di Bogor, Jawa Barat, selama sepekan.

Yusran mengakui, dia merupakan satu-satunya wakil pengusaha dari Kawasan Timur Indonesia (KTI) mengikuti kegiatan ini. “Peserta TOT ini berasal dari seluruh Indonesia, khusus perwakilan Apindo hanya lima provinsi, salah satu Sulsel. Peserta lainnya adalah ketua serikat pekerja dan profesional. Selama sepekan kita diberikan pemahaman aturan dan kebijakan hingga pelaksanaan teknis tentang penyusunan strukur dan skala upah,” ujarnya.

Yusran mengatakan, penerapan struktur dan skala upah di perusahaan adalah hal mutlak. Salah satu yang menjadi perhatian penyusunan, yakni memperhatikan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetensi.

Ia menjabarkan, struktur skala upah memiliki manfaat, seperti pedoman penetapan upah agar buruh mendapatkan kepastian besaran upah. Struktur dan skala upah juga mengurangi kesenjangan upah tertinggi dan terendah di perusahaan.

Dijelaskan, pemimpin tertinggi perusahaan menetapkan struktur dan skala upah dalam bentuk surat keputusan. Struktur dan skala upah harus dilampirkan saat pendaftaran, perpanjangan, atau pembaharuan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) atau Peraturan Perusahaan.

Apabila hal ini tidak dilaksanakan, maka perusahaan terkait akan dikenakan sanksi. “Sanksi kepada badan usaha yang tidak memiliki struktur dan skala upah mulai dari sanksi administrasi hingga pembekuan badan usaha,” terangnya.

Adapun pedoman penyusunan sebagaimana dijelaskan di dalam Permenaker tersebut menggunakan tiga metode, antara lain metode ranking sederhana, metode dua titik, dan metode poin faktor.

“Penentuan metode yang digunakan tergantung kebutuhan dan besar kecilnya organisasi perusahaan. Tentunya bagi perusahaan yang perlu diingat bahwa Permenaker tersebut mewajibkan perusahaan untuk membuat dan menyusun struktur dan skala upah tersebut sesuai dengan kemampuan dan produktivitasnya,” jelas Yusran.

Sementara, Ketua DPP Apindo Sulsel, La Tunreng, mengatakan, guna menindaklanjuti aturan itu, Apindo memiliki tanggung jawab menyampaikannya kepada setiap perusahaan yang ada di Sulsel.

“Apindo Sulsel gencar melakukan sosialisasi mengenai aturan ini. Termasuk melalui media melalui pemberitaan. Kita juga akan menyurati setiap perusahaan hingga melaksanakan sosisalisasi langsung dengan melakukan gathering atau pertemuan bersama para pemilik perusahaan yang ada di Sulsel,” jelasnya.

“Ini dilakukan karena pentingnya struktur dan skala upah. Jika ini diterapkan, maka pekerja sejahtera, pengusaha sukses. Yang dibutuhkan memang adalah ketenangan berusaha,” tambah Dewan Pengawas BPJS Kesehatan ini. (***)


div>