MINGGU , 27 MEI 2018

Perusda Mengaku Tak Tahu-menahu Terkait Pengrusakan Pasar Sentral Takalar

Reporter:

Supahrin

Editor:

Lukman

Selasa , 15 Mei 2018 22:30
Perusda Mengaku Tak Tahu-menahu Terkait Pengrusakan Pasar Sentral Takalar

Puluhan lapak pedagang di Pasar Sentral Takalar dirusak oleh Orang Tak Dikenal (OTK), Selasa (15/5) dini hari.

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Puluhan lapak pedagang di Pasar Sentral Takalar dirusak oleh Orang Tak Dikenal (OTK), Selasa (15/5) dini hari.

Hal ini pun mendapat perhatian serius dari pihak berwajib. Tak lama setelah menerima laporan, aparat Polres Takalar turun lapangan melakukan penyelidikan.

Kanit SPKT Polres Takalar, IPDA Hatta mengatakan, setelah menerima laporan dari pedagang pasar atas pengrusakan lapak, pihaknya langsung turun ke TKP melakukan penyelidikan. “Saat ini kami sementara selidiki,” akunya.

Ketua Asosiasi Pasar Sentral, Daeng Nanring berharap, pelaku pengrusakan segera ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Kami berharap kepada Polres Takalar agar bisa menangkap pelakunya. Ini sangat merugikan para pedagang. Mereka pikir, lapak ini dibuat pakai apa. Kami susah susah payah buat lapak ini, malah dirusak,” kecamnya.

Sementara itu, Direktur Perusda Panrannuangku, Ahmad Yani Kasan Lira mengaku tak tahu-menahu terkait pengrusakan tersebut. Pihaknya juga mengaku tidak pernah memerintahkan anggotanya untuk merusak lapak di Pasar Sentral. Meskipun, selama ini, pihak Perusda selalu disoroti terkait kebijakan untuk merelokasi para pedagang.

“Memang kami hanya memerintahkan untuk dilakukan penertiban pedagang yang selama ini menggunakan lapak-lapak, ini bertujuan untuk menata Pasar Sentral supaya bisa terlihat rapi dan indah dan bisa dirasakan kenyaman pengunjung pasar sentral,” kilahnya.

Pihaknya juga mengaku sudah memerintahkan untuk merelokasi sejak bulan April lalu, namun hal itu selalu mendapat kontra dari pedagang, pasalnya, kebijakan tersebut dinilai tak merata.

“Kami juga sudah melakukan sosialisasi pada pedagang yang menggunakan lapak,” akunya. (*)


div>