SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Perwali Minyak Jelantah di Teken

Reporter:

Armansyah

Editor:

Iskanto

Jumat , 26 Oktober 2018 09:15
Perwali Minyak Jelantah di Teken

ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, akhirnya meneken Peraturan Wali Kota (Perwali) Minyak Jelantah. Selanjutnya, Perwali tersebut akan dimasukkan ke dalam lembaran daerah, setelah itu langsung disosialisasikan kepada seluruh pengusaha yang menyajikan makanan, mulai dari restaurant hingga hotel.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Penindakan dan Pengawasan Dinas Perdagangan Makassar, Syahruddin, yang mengatakan bahwa saat ini Perwali Minyak Jelantah sudah diteken dan siap disosialisasikan ke para pengusaha.

“Kemarin Pak Wali sudah tandatangani Perwalinya (Perwali Minyak Jelantah). Kita kembalikan ke Bagian hukum untuk dibuatkan lembaran daerah kemudian kita sosialisasikan,” ujarnya, Kamis (25/10).

Kata Allu, sapaan akrabnya, Perwali ini akan dirapatkan terlebih dahulu dengan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) sebelum dilakukan sosialisasi dengan para pengusaha dan dipublikasi melalui media.

“Sosialisasi ini pasti butuh anggaran, nah kita akan masukkan di anggaran pokok 2019. Secara otomatis efektifnya baru tahun depan,” jelas Allu.

“Karena untuk menyampaikan kepada pelaku pengepul minyak bekas ini butuh waktu, kemudian kalau sudah mereka ketahui, kita sampaikan juga bagaimana solusi untuk mereka,” lanjutnya.

Allu menambahkan, dalam Perwali minyak jelantah juga diatur pemberian sanksi kepada mereka yang tidak mengindahkan regulasi ini. Sanksi paling tinggi di Perwali minyak jelantah yakni pencabutan izin usaha.

“Sanksinya itu administratif, ketika dia (pengusaha) tidak melaksanakan aturan. Misalnya, pengusaha itu ketahuan mengembalikan minyak jelantah ke masyarakat untuk dikonsumsi maka akan pencabutan izin,” katanya.

Allu mengatakan, Perlunya pemerintah menerapkan perwali minyak jelantah lantaran masih banyak masyarakat maupun pelaku usaha yang masih menggunakan minyak tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Padahal sejatinya minyak memiliki titik jenuh, dimana jika sudah tidak bisa dikonsumsi namun masih tetap dikonsumsi, bisa menyebabkan penyakit kanker dimasa yang akan datang.

Diketahui, Perwali Minyak Jelantah telah rampung sejak akhir tahun 2017. Perwali ini seyogyanya berjalan di tahun 2018, hanya saja terkendala penandatanganan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto lantaran mengajukan cuti saat mengikuti Pilwali lalu. (*)


div>