SELASA , 18 DESEMBER 2018

Pesantren An Nur Gelar Isra’ Mi’raj

Reporter:

Ridwan Lallo

Editor:

Minggu , 22 April 2018 16:38
Pesantren An Nur Gelar Isra’ Mi’raj

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur Tompobulu Maros menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, Sabtu (21/4).

Peringatan Isra’ Mi’raj itu dihadiri langsung pendiri Pesantren An Nur, H Syamsu Nur yang juga Komisaris Utama Fajar Group. Hadir pula pimpinan pondok, dan sejumlah tokoh masyarakat orang tua santri, dan puluhan santri. Adapun yang membawakan ceramah yakni Dr H M Ishaq Shamad, M.A.

H Syamsu Nur dalam sambutannya menyatakan, Pesantren An Nur ini belum cukup satu tahun, namun Alhamdulillah pembangunan infrastruktur bangunan sudah hampir rampung.

“Bahkan bangunan samping masjid yang direncanakan berlantai 3 untuk persiapan pembukaan ruang kelas MTs Insya Allah akan dibuka tahun depan,” ujarnya.

Ia juga berharap alumni pesantren ini bisa menjadi intelek ulama dan ulama yang intelek. “Untuk itu, santri yang dibina diwajibkan menghafal alqur’an,” jelasnya.

Melalui kesempatan ini pula, ia berterima kasih atas kehadiran dan kerjasama orang tua santri, terutama tokoh masyarakat di sekitar pesantren. “Semoga peringatan Isra Mi’raj ini dapat diambil hikmahnya dan dapat diimplementasikan dalam pembinaan santri disini,” tegasnya.

Sementara itu, Dr Ishaq Shamad dalam ceramahnya menjelaskan, Isra’ artinya nabi yang melakukan perjalanan dari Mekah ke Baitul Maqdis di Palestina. Sedangkan Mi’raj adalah perjalanan nabi menembus langit ke tujuh sampai ke Sidratul Muntaha dan alam ketuhanan untuk menerima salat 5 waktu.

“Hal ini dijelaskan Allah dalam alquran. Adapun hikmah yang dipetik, antara lain kalau sedang galau atau banyak masalah, agar segera keluar rumah, jalan-jalan, jangan tinggal diam. Sebagaimana nabi sebelum Isra’ Mi’raj, Nabi dirundung duka atas wafatnya istrinya, Khadijah. Kedua, sebelum nabi melakukan Isra, dada nabi dicuci, ini mengindikasikan perlunya kesucian hati dan jiwa. Selain itu, perlunya berlapang dada,” jelas Ishaq Samad.

Selanjutnya, kata Ishaq, nabi bertemu dengan para nabi. “Hikmahnya agar kita bisa bekerjasama dengan siapa saja, termasuk umat non muslim. Namun hikmah terbesar, adalah salat lima waktu, sebagai kunci syurga dan salat mencegah umat Islam berbuat keji dan kemungkaran,” kuncinya. (*)


div>