KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

Pesawat Militer Rusia Berpenumpang 92 Orang Jatuh di Laut Hitam

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 25 Desember 2016 20:16
Pesawat Militer Rusia Berpenumpang 92 Orang Jatuh di Laut Hitam

Pesawat yang jatuh sebelum take-off (sesuai arah jarum jam), pasukan paduan suara militer Rusia yang berada di dalam pesawat, Bandara Sochi lokasi pasawat take-off. foto: reuters, daily mail, afp.

JAKARTA – Sebuah pesawat militer Rusia yang membawa 92 orang, termasuk anggota paduan suara militer, terjatuh di Laut Hitam setelah take off dari Sochi. Pesawat dengan model Tu-154 yang dimiliki Kementerian Pertahanan Rusia itu, jatuh tak lama setelah take-off dari Kota Adler pada Minggu (25/12) pukul 05.40 waktu setempat (sekira pukul 09.40 WIB).

Sampai saat ini pencarian para korban dan bangkai pesawat masih dilakukan. Sementara, tim pencari baru berhasil menemukan seorang mayat yang mengambang sekira enam kilometer dari tepi pantai kota resor Sochi.

“Korban sudah kami angkat dari laut,” ujar Mayjen Igor Konashenkov, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia.

Jenis Tu-154 beberapa kali mengalami insiden sebelumnya. Pada April 2010, beberapa pejabat Polandia, termasuk Presiden Lech Kaczynski, terbunuh saat pesawat Tu-154 jatuh di tengah kabut tebal di kawasan Bandara Smolensk, Rusia bagian barat.

Selain itu, ada juga A Tu-154 yang dioperasikan Siberian Airlines yang jatuh di atas Laut Hitam pada Oktober 2001 dan membunuh 78 orang.

Yang terbaru ini, masih belum jelas penyebabnya. Di antara penumpang, ada 84 anggota militer Rusia yang masuk dalam tim Alexandrov Ensemble, group musik resmi militer Rusia yang juga dikenal dengan Red Army Choir. Mereka sedianya akan menjadi pengisi acara malam tahun baru di markas Rusia di Syria.

Selain itu, sembilan jurnalis juga menjadi korban. Mereka berasal dari TV nasional Pervy Kanal, NTV, dan Zvezda. Masing-masing stasiun TV itu membawa tiga kru mereka. Ada juga delapan tentara, dua warga sipil, dan anggota NGO. Di atas pesawat juga ada delapan kru pesawat.

[NEXT-RASUL]

Dalam daftar penumpang yang dirilis kementerian pertahanan keamanan juga ada Elizaveta Glinka. Glinka adalah aktivis amal dan pekerja kemanusiaan yang dikenal dengan nama Dokter Liza.

Presiden Federation Council Committee on Defense and Security Viktor Ozerov mengatakan menduga jatuhnya pesawat tidak berhubungan dengan serangan teror.

“Itu adalah pesawat militer yang terbang di langit Federasi Rusia, tidak ada kemungkinan teror,” kata Ozerov. ”Pesawat itu melakukan U-turn di atas laut setelah take-off, mungkin dia salah jalan,” lanjutnya. (jpc)


div>