RABU , 21 NOVEMBER 2018

Peserta CPNS Makassar Dumba’-dumba’

Reporter:

Armansyah

Editor:

Iskanto

Kamis , 08 November 2018 08:40
Peserta CPNS Makassar Dumba’-dumba’

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Kepegawaian Negara (BKN) regional IV Makassar telah melaksanakan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Hasilnya, BKN menjadwalkan pengumuman akan disampaikan pekan depan.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Basri Rakhman mengatakan, pengumuman SKD paling lambat pekan depan. Pasalnya, berdasarkan jadwal dari BKN, Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) akan dilaksanakan pada pekan ketiga November, dan hasilnya akan diumumkan pada pekan keempat bulan ini.

“Pekan keempat itu sudah keluar pengumuman SKB, karena awal Desember itu sudah mulai pemberkasan bagi mereka yang lulus tes CPNS,” ungkap Basri, Rabu (7/11).

Untuk pengumuman, lanjut Basri, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk menyampaikan langsung. Meski, tes SKD ini dilaksanakan untuk Kota Makassar.
“Hasil seleksi itukan ranahnya BKN untuk mempublikasikan, yang jelas untuk Makassar tahapan SKD telah selesai,” katanya.

Selain itu, kata Basri, pelaksanaan tes SKD untuk CPNS Pemkot Makassar selama lima hari, BKPSDM mencatat ada sekira 461 peserta yang tidak ikut tes SKD. Alasan mereka tidak mengikuti tes juga belum jelas. Yang pasti, kata Basri, hanya 10.226 peserta yang mengikuti tes.

“Kita tidak tahu apa alasannya karena kan kartu tesnya mereka yang cetak sendiri. Tapi kalau persoalan kelengkapan berkas sehingga mereka tidak mengikuti ujian saya rasa tidak ji. Intinya itu, hanya 10.226 peserta yang ikut tes dari 10.687 peserta yang lulus seleksi administrasi,” jelasnya.

Sementara, Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi BKPSDM Makassar, Kadir Masri mengaku belum mengetahui berapa peserta yang lulus seleksi, pasalnya itu merupakan kebijakan dari BKN.

“Pengumuman ada, nilainya mereka. Tapi soal kelulusan kita tidak bisa tentukan karena kewenangan dari panitia pelaksana nasional,” ungkapnya.
Kadir mengaku telah mempublikasikan nilai para peserta. Sehingga, para peserta bisa mengetahui sejak awal apakah mereka lulus atau tidak.

“Kita hanya mengupload hasilnya (nilainya). Misalnya, saya bisa lihat bahwa si A nilainya segini, capai tidak passing gradenya. Tapi kalau soal dia lulus atau tidak bukan ranahnya kami,” ucapnya.

Kadir menyebut, dari 10.226 peserta yang ikut seleksi, ada sekira 100 lebih peserta yang passing gradenya memenuhi syarat. Melihat minimnya peserta yang mencapai target, Kadir berharap ada kebijakan pemerintah pusat terkait persoalan tersebut. Apalagi, rata-rata peserta tersandung di tes SKD lantaran tidak mencapai passing grade.

“Alhamdulillah ada 100 lebih peserta yang mencapai, tapi kita tidak bisa menyatakan kalau itu langsung lulus karena kebijakan BKN. Mudah-mudahan ada kebijakan, karena banyak yang tidak mencapai sementara kuota banyak. Seperti di Makassar 481 formasi baru sedikit ji yang mencapai, yah mudah-mudahan ada kebijakan,” ungkapnya. (*)


div>