SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Pesta Kembang Api Terbesar Akan Meriahkan Lovely Desember In Toraja

Reporter:

Cherly

Editor:

Lukman

Rabu , 27 Desember 2017 20:03
Pesta Kembang Api Terbesar Akan Meriahkan Lovely Desember In Toraja

Ketua Panitia Festival Kembang Api, Rudy Rantepasang saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media Rabu, (27/12) di Cafe The Horse.

TORAJA UTARA, RAKYATSULSEL.COM – Dalam rangka memeriahkan Lovely Desember In Toraja berbagai kegiatan meriah bakal disajikan, diantaranya Festival Kembang Api.

Setelah sukses dilaksanakan tahun lalu, untuk tahun ini panitia Lovely Desember kembali akan digelar di Buntu Singki, tepatnya di Patung Salib, Sabtu (30/12/17) mendatang.

Demikia diungkapkan Ketua Panitia Festival Kembang Api, Rudy Rantepasang kepada sejumlah awak media Rabu, (27/12) di Cafe The Horse.

Lebih lanjut dikatakan Rudy, bahwa panitia sengaja memilih lokasi di Buntu Singki karena jauh dari kerumunan massa yang akan menyaksikan keseruan pesta kembang api. Selain itu, Buntu Singki juga dapat dilihat dari berbagai sudut Kota Rantepao.

Dikatakannya pula bahwa festival kali ini akan lebih meriah dibanding festival tahun lalu, dan akan dinyalakan oleh orang-orang profesional dengan menggunakan remote kontrol.

“Festival ini dijamin akan lebih meriah dari festival sebelumnya, dan akan dilakukan oleh orang-orang profesional, dengan menggunakan remote kontrole dan dikawal oleh pihak kepolisian,” kata Rudy.

Menurut Rudy, bahwa selain festival kembang api, panitia juga akan menghadirkan band lokal dan DJ, untuk menghibur masyarakat dan wisatawan yang datang menyaksikan pesta kembang api. Hiburan ini akan dilaksanakan di Lapangan Bakti Kota Rantepao.

“Festival kembang api ini dimeriahkan oleh group band lokal dan DJ dilapangan Bakti, yang akan digelar pada pukul 19.00 wita sebelum memasuki acara puncak yakni penyalaan kembang api yang berdurasi 30 sampai 40 menit,” tambah Rudy.

Diharapkan dari kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dari luar untuk menyaksikan festival kembang api yang jarang dilakukan di daerah lain. Sehingga itu akan berdampak pada perekonomian masyarakat Toraja Utara, terutama bagi pelaku bisnis hotel, penginapan, home stay dan restauran atau rumah makan.

“Kita juga berharap baik wisatawan maupun masyarakat Toraja sendiri, yang hadir nantinya dapat menjaga kenyaman dan ketentraman guna menikmati indahnya cahaya kembang api yang akan menyala selama 30 hingga 40 menit lamanya,” ujarnya. (*)


div>