SELASA , 23 JANUARI 2018

Peta Kekuatan Cakada Zona Ajatappareng, Persaingan Ketat, Jalur Parpol Diuntungkan

Reporter:

Iskanto

Editor:

asharabdullah

Jumat , 12 Januari 2018 14:41
Peta Kekuatan Cakada Zona Ajatappareng, Persaingan Ketat, Jalur Parpol Diuntungkan

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pendaftaran calon kepala daerah pada Pilkada serentak tahun ini telah usai. Sedikitnya ada 37 pasangan calon (paslon) yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Termasuk Pilgub Sulsel.

Lantas seperti apa peta kekuatan calon kepala daerah setiap zona?. Khusus zona Ajatappareng yang meliputi Parepare, Kabupaten Sidrap, Kabupaten Enrekang, dan Kabupaten Pinrang, sediktinya ada 11 cakada yang siap bertarung.

Zona Ajatappareng. (Dok. RakyatSulsel)

Di Pilwali Parepare, head to head antara Taufan Pawe-Pangerang Rahim dan Faisal Andi Sapada-Asriady Samad tak bisa terelakkan lagi. Pertarungan keduanya diprediksi berlangsung seru karena masing-masing berstatus sebagai petahana. Dengan status sebagai petahana, kekuatan Taufan Pawe dan Faisal Andi Sapada terbilang seimbang.

Pasangan Taufan Pawe-Pangerang Rahim diusung Gerindra, Demokrat, PDIP, PAN, Golkar. Sementara duet Faisal Andi Sapada-Asriady Samad disokong PPP, PKB, PKS dan NasDem.
Bagaimana dengan di Sidrap. Pilkada di daerah ini bisa dipastikan berlangsung sengit karena akan diikuti empat paslon. Masing-masing dua paslon dari jalur parpol, dua dari jalur independen.

Mereka adalah Fatmawati Rusdi-Abdul Majid (PKB, PBB, Hanura, PAN, PKPI, PPP, Golkar, PKS, NasDem), Dollah Mando-Mahmud Yusuf (Gerindra-Demokrat). Sementara dari jalur independen yakni, A Ikhsan Hamid-M Resky Jabir dan Soalihin-Muhammad Nasiyanto.

Pertarungan tak kalah sengit juga bakal tercipta di Pilkada Pinrang. Selain tanpa diikuti petahana, pilkada di daerah juga diikuti empat paslon. Mereka adalah A Irwan Hamid-H Alimin (PKB, PDIP, Demokrat). H Hamka Mahmud-Ahsan (perseorangan), Jamaluddin Jafar Jerre-H Sofyan Nawir (Gerindra, PKS, PAN), Abdul Latif-H Usman Marham (Hanura, PPP, PBB, Nasdem, Golkar).

Berbeda dengan tiga daerah tersebut. Pilkada Enrekang terbilang cukup mudah dilalui oleh sang petahana Muslimin Bando yang berpasangan dengan Asman. Paket ini hanya akan melawan kotak kosong alias calon tunggal.

Menanggapi hal itu, Konsultan Politik Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy menuturkan, terjadinya head to head di Pilwalkot Parepare akan menyajikan pertarungan yang sangat sengit dan dinamis. Dengan status Taufan Pawe sebagai wali kota dan Faisal Andi Sapada sebagai wakil akan membuat kekuatan birokrasi menjadi terbelah. Persaingan merebut dukungan di level birokrasi pasti terjadi.

Pilkada Sidrap, kata dia, meski diikuti 4 pasangan calon. Peluang menang terbesar ada di kubu Hj Fatmawati Rusdi dan rivalnya H Dollah Mando.

“Pengaruh RMS dibelakang Fatmawati menjadi kekuatan elektoral tersendiri. Sementara Dollah Mando punya peluang meyakinkan pemilih dengan kesuksesan memimpin bersama RMS,” paparnya.

Khusus Enrekang, meski Muslimin Bando melawan kotak kosong namun tetap membutuhkan berbagai pendekatan strategi untuk memenangkan pertarungan.

Sementara Pilkada Pinrang yang diikuti 4 pasang calon, juga akan menyajikan persaingan yang sengit antara Andi Irwan Hamid, Abdul Latif dan Jamaluddin Jarre.

“Andi Irwan Hamid memiliki investasi politik yang kuat. Kemudian ditopang dukungan Aslam Patonangi sebagai Bupati Pinrang. Abdul Latif sendiri adalah Sekda Provinsi Sulsel yang kenyang pengalaman pemerintahan dan wakilnya Usman Marham adalah adik dari Idrus Marham yang tentu memiliki modal finansial yang kuat,” jelas Nursandy.

“Jejak rekamnya menjadi nilai plus dalam menapaki proses kontestasi. Kemudian Jamaluddin Jafar Jarre adalah Anggota DPR-RI dari PAN yang memiliki basis pemilih tersendiri di Pinrang,” lanjutnya.

Sementara Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Syahrir Karim menuturkan, dari beberapa kabupaten/kota di Zona Ajatappareng, ada dua daerah yang menyajikan pertarungan elit parpol yang cukup menarik.

Yakni Sidrap dan Enrekang yang berbanding terbalik koalisi parpol yang dibangun. Sehingga, memunculkan berbagai kondisi politik yang berbeda-beda.

“Zona Ajatappareng sedikit agak menarik terutama di sidrap dan Enrekang. Di Sidrap misalnya, kelihatan koalisi gemuk yang menandakan bahwa ada kekuatan elit parpol yang menonjol disana,” terang Syahrir.

“Di Enrekang justru terbalik karena hanya muncul satu pasang calon. Kelihatan bahwa kekuatan parpol kelihatan tidak begitu terpengaruh dengan efek pilpres dan pilgub. Gerindra misalnya kelihatan bersama dalam satu koalisi dengan PDIP,” lanjutnya. (*)

 


div>