KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Petani di Pinrang Keluhkan Rendahnya Harga Gabah

Reporter:

Amran

Editor:

Lukman

Senin , 09 April 2018 09:19
Petani di Pinrang Keluhkan Rendahnya Harga Gabah

Hasil panen petani di Pinrang terlihat berjejer di pinggir jalan.

PINRANG, RAKYATSULSEL.COM – Hasil panen petani Pinrang boleh dibilang sudah cukup berhasil. Hal itu terlihat dari hasil panen yang diperoleh setiap musim panen tiba.

Hanya saja yang sangat disayangkan, panen yang berlimpah tidak diikuti harga yang memuaskan.

Para petani menyimpan harapan besar terhadap wakil rakyat serta pemerintah agar dapat memperbaiki harga gabah yang membuat para petani meradang

Sangat disayangkan, wakil rakyat serta pemerintah tidak dapat menemukan solusi terbaik buat masyarakat Pinrang terkait harga gabah yang dinilai dibawah harapan.

Terbukti pada tanggal 3 April 2018, DPRD Pinrang menggelar rapat dengan instansi terkait dan Bulog, terkait anjloknya harga gabah dalam mencari solusinya, akan tetapi tidak menemukan jalan keluar.

Anjloknya harga gabah menimbulkan keresahan petani Pinrang. Pasalnya keadaan seperti ini justru terjadi saat panen masih berlangsung.

Haris, seorang petani didesa Mattirobulu menuturkan, dirinya sangat menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan tidak berpihak kepada petani. “Hasil panen lumayan bagus, tapi harganya sangat murah,” paparnya, Minggu (7/4).

Hampir semua kebutuhan petani harganya naik. “Disaat kami ingin menjual hasil panen yang kami jaga selama ini, harganya malah terus turun, kami tidak tahu harus mengeluh kemana,” ungkap Haris.

“Kami berharap para wakil rakyat dan pemerintah dapat mencari jalan keluar dari permasalahan yang dialami para petani, harga gabah yang anjlok ini bisa saja membuat petani frustasi dan kepercayaan kepada pemerintah jadi hilang,” pungkasnya. (*)


Tag
div>