SENIN , 23 JULI 2018

Petani Lutra Dilatih Gunakan Herbisida Ramah Lingkungan

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 21 Januari 2016 15:28
Petani Lutra Dilatih Gunakan Herbisida Ramah Lingkungan

int

LUWU UTARA, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak 100 orang petani di Kabupaten Luwu Utara (Lutra) mendapat pelatihan dari Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) Jakarta, terkait tata cara menggunakan herbisida atau bahan kimia yang dapat menghambat pertumbuhan atau mematikan bagi tubuhan liar.

Menurut Ketua Dewan Pengurus Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) Jakarta, Mulyadi Benteng, saat membawakan materinya, penggunaan herbisida harus terbatas agar tidak merusak lingkungan, tanaman, dan manusia.

Ketua Dewan Pengurus Alishter Jakarta, Mulyadi Benteng, mengatakan, petani dilatih menggunakan herbisida ramah lingkungan. “Petani harus pintar menggunakan herbisida agar ramah lingkungan dan aman bagi manusia. Itulah inti dari pelatihan ini yang mendapat dukungan dari 12 perusahaan herbisida yang ada di Luwu Utara,” kata Mulyadi, Kamis (21/1).

Pensiunan Kementerian Pertanian ini menjelaskan praktek menyemprot herbisida yang ramah lingkungan. Dia menyebut selama pelatihan akan diberikan materi teori dan praktek menyemprot dengan benar. Hal itu dikarenakan selama ini petani tidak memperhatikan masalah alas semprot yang bocor dan arah angin.

Misalnya, jelas Mulyadi, saat menyemprot, petani harus menggunakan penutup kepala, masker, dan sarung tangan. “Termasuk tidak melihat arah angin dan tidak menggunakan masker pengaman,” ujarnya.

Mulyadi menambahkan, pelatihan ini telah diatur permentan nomor 39 tahun 2015 terkait perusahaan pemegang izin wajib melakukan pelatihan petani pengguna. Dikhawatirkan ada potensi berdampak pada pengguna dan lingkungan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Ihwan Syamsuddin mengatakan, masyarakat memang perlu mendapat pemahaman terkait penggunaan herbisida. Masyarakat juga harus mengetahui bahwa herbisida sangat bagus akan tetapi bisa juga merusak. “Kita ingin pertanian maju dan tidak merusak,” pungkasnya.


div>