SELASA , 16 OKTOBER 2018

Pete-pete Smart Sebagai Alat Transportasi Masa Depan Makassar, Terbakar

Reporter:

Editor:

dedi

Senin , 12 Desember 2016 23:08
Pete-pete Smart Sebagai Alat Transportasi Masa Depan Makassar, Terbakar

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Angkutan umum Pete-pete smart sebagai alat transportasi publik untuk masa depan di Kota Makassar, yang di desain langsung oleh Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, terbakar.

Mobil Pete-pete smart adalah mobil angkutan umum sebagai solusi untuk mengurangi kemacetan di Kota Daeng ini dan dilengkapi berbagai fasilitas moderen seperti wifi dan ac, diduga mengalami kegagalan desain. Pasalnya radiator mobil terlihat terbakar saat uji coba di Anjungan Pantai Losari sesaat setelah peluncuran, Senin (12/12).

Hal ini menjadi perhatian Plt Kepala Prodi Program Profesi Insinyur FTI UMI Makassar, Zakir Sabara, mengatakan hal ini diakibatkan oleh gagal fokusnya Danny Pomanto.

“Kode etik keinsinyuran itu jelas menyebutkan bahwa insinyur Indonesia senantiasa mengerjakan pekerjaan keinsinyuran sesuai dengan kompetensi dan keahliannya, tidak mengerjakan pekerjaan di Luar bidangnya,” ucapnya.

Zakir menjelaskan, merujuk kode etik Insinyur Indonesia dimana terdapat janji seorang insinyur yang disebut Sapta Dharma (Tujuh Tuntunan Sikap). Pada poin kedua dan ketiga disebutkan bahwa Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai dengan kompetensinya.

[NEXT-RASUL]

Lebih jauh dijelaskannya, Insinyur Indonesia hanya menyatakan pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan. Kode etik Insinyur Indonesia bagi seorang Insinyur merupakan aturan dan Norma yang selalu menjadi penuntun dalam menjalankan karir keprofesiannya.

“Mengerjakan pekerjaan keinsinyuran (perencanaan, perancangan, pelaksanaan dan review) di luar bidang kompetensinya merupakan kekeliruan dan kesalahan fatal. Kesalahan fatal karena hasil dari designnya tidak dapat dipertanggungjawabkan secara akademis dan praktis,” tambah Zakir.

Untuk menjadi seorang pakar dibidangnya, lanjut dia, dibutuhkan jenjang pendidikan, training dan sertifikasi yang senantiasa ditingkatkan dan dipelihara kemutakhirannya.

“Untuk mendesign mobil dibutuhkan kerja tim keinsinyuran dari berbagai bidang keahlian diantaranya insinyur disain produk industri, Insinyur Teknik industri, Insinyur mesin, Insinyur Elektro, dan Insinyur terkait lainnya, hingga pada akhirnya dikerjakan oleh Insinyur yang ahli di bidang pengetesan kinerja mobil,” jelasnya.

Zakir menuturkan, dari hasil sebuah karya teknologi seperti kendaraan mobil hanya dapat diterima designnya oleh tim ahli jika mobil tersebut dikerjakan juga oleh Insinyur yang berkompeten di bidangnya karena banyak pertimbangan yang salah satu utamanya adalah faktor keselamatan masyarakat pengguna.

“Faktor keselamatan adalah point pertama dari tuntunan sikap seorang Insinyur,” pungkasnya.


div>