RABU , 12 DESEMBER 2018

PHRI Dukung Pemprov Garap Wisata Halal

Reporter:

Nunu

Editor:

Nunu

Selasa , 20 Februari 2018 10:42
PHRI Dukung Pemprov Garap Wisata Halal

Ketua BPD PHI Sulsel, Anggiat Sinaga. (Ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Pengurus Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk menjadikan Sulsel sebagai tourism halal atau wisata halal dan dapur halal di restoran dan hotel di Makassar.
Ketua BPD PHI Sulsel, Anggiat Sinaga, mengatakan, bentuk dukungan tersebut akan dibahas dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PHRI Sulsel   24-25 Februari mendatang di Bulukumba. Hal ini juga sejalan dengan tema rakerda ‘Halal Tourism’.
“Tidak banyak hal yang akan dibahas di rapat kerja hanya satu, yakni tentang wisata halal. Kita berharap wisata halal Sulsel bisa menjadi penguatan baru wisata kita,” ungkap Anggiat, Senin (19/2).
Halal toursim adalah salah satu sistem pariwisata yang diperuntukan bagi wisatawan Muslim yang pelaksanaanya mematuhi aturan syariah. Dalam hal ini hotel yang mengusung prinsip syariah tidak melayani minuman beralkohol dan menyediakan makanan halal.
“Melihat dari pada dinamisasi pertumbuhan wisata halal semakin tahun semakin berkembang. Banyak daerah belum konsen untuk wisata halal ini. Oleh karena itu, kami akan upayakan wisata di Sulsel bisa menjadi wisata halal agar tidak ada keraguan bagi wisatawan nusantara untuk mengunjungi tempat wisata kita,” jelasnya.
Anggiat menjelaskan, banyak sekali orang bertanya tentang Tana Toraja, misalnya apakah halal atau tidak. Hal ini merupakan tugas PHRI agar wisatawan nusatara lebih yakin untuk berwisata ke Toraja dan tidak merasa ragu tentang kehalalannya.
“Kita berharap semakin banyak stokeholder lebih peduli dengan wisata halal ini. Orang datang ke Makassar bukan hanya karena ingin rapat atau meeting, tapi juga mengunjungi tempat-tempat wisata Sulsel. Ayo kita garap pasar baru untuk meningkatkan hunian dan datang ke restoran,” harapnya.
Untuk rapat kerja nanti, akan menggandeng Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulsel untuk bekerja sama dalam mengembangkan potensi destinasi wisata khusus halal tourism dan menargetkan 50 hotel dan resto untuk dijadikan tempat berdestinasi halal.
“Untuk kedepannya, PHRI akan bekerja sama dengan ASITA terutama untuk menyambut tahun wisata 2018 ini. Kedepannya, halal tourism akan menjadi sebuah harapan baru untuk Sulsel,” jelasnya.
Berbicara tentang wisata halal bukan hanya wisata ke tempat-tempat wisata religi atau ziarah saja, melainkan lebih ke pada pelaksanaannya yang mengedepankan pelayanan berbasis standar halal umat Muslim, seperti penyedian makanan halal dan tempat ibadah. Informasi masjid terdekat dan tidak adanya minuman beralkohol di hotel tempat wisatawan menginap.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, HA Musaffar Syah, mengatakan, sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan wisata halal, Pemprov Sulsel meminta pemerintah daerah setempat agar menyiapkan sarana yang halal. Salah satunya Pemerintah Kabupaten Tanah Toraja (Pemkab Tator) sebagai daerah yang memiliki destinasi wisata.
Menurutnya, sejauh ini pihaknya sudah melakukan sosialisai kepada Pemkab Tator untuk menyiapkan sarana yang halal. Diantaranya makanan yang halal, tempat ibadah yang memadai serta tempat berwudhu.
“Itu disosialisasikan karena potensi itu sangat besar. Jangankan masyarakat Timur Tengah, kita saja kalau ke sana ragu memakan makanan yang disediakan di sana, makanya kita sosialisasikan,” jelasnya.
Menurutnya, wisatawan yang berkunjung ke Tator bukan hanya non Muslim, tetapi lebih banyak ummat Muslim. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar wisata itu diusahakan menjamin kehalalan di sana. Dengan begitu, kunjungan wisatawan juga bisa bertambah. (mg07/C)


div>