SELASA , 12 DESEMBER 2017

PHRI Gelar Lomba Toilet Bersih

Reporter:

Asep

Editor:

Muh Sophian AS

Rabu , 01 November 2017 22:51
PHRI Gelar Lomba Toilet Bersih

Ketua BPD PHRI Sulsel Anggiat Sinaga (tengah) bersama Badan Promosi Pariwisata Makassar (BP2M) Makassar Iin Yusuf Madjid (kiri) memberikan keterangan terkait penilaian toilet terbersih rumah makan, cafe, dan restoran di Grand Clarion Hotel Makassar, Rabu (1/11). foto: ASEP/RAKYATSULSEL

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel melaksanakan lomba toilet terbersih. Kegiatan ini bekerja sama dengan Badan Promosi Pariwisata Makassar (BP2M). Hal ini juga menjadi rangkaian ulang tahun Kota Makassar ke-410 mendatang.

Ketua DPD PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, mengatakan, pihaknya sengaja membuat lomba ini, untuk meningkatkan kesadaran atas kebersihan toilet untuk rumah makan, cafe, dan restoran.

“Kualitas toilet merupakan salah satu indikator khusus untuk setiap rumah makan, cafe, dan restoran untuk meningkatkan kualitasnya. Meskipun kebersihan hanya sebagian kecil untuk diperhatikan,” kata Anggiat di Grand Clarion Hotel Makassar, Rabu (1/11).

Masih minimnya perhatian para owner rumah makan, cafe, dan restoran atas kesadaran kebersihan toilet ini, merupakan landasan utama dijalankannya kegiatan ini. Apalagi, Kota Makassar sudah dinobatkan sebagai destinasi wisata kuliner.

Sementara, Direktur Utama Badan Promosi Pariwisata Makassar (BP2M), Iin Yoesuf Majid, mengharapkan kepada semua rumah makan maupun restoran memperioritaskan untuk kebersihan toilet. Tak terkecuali para rumah makan atau restoran yang menyediakan makanan khas Bugis-Makassar. “Kebersihan disetiap rumah makanan tradisional di Makassar sering diabaikan para ownernya, sehingga ini merupakan landasan dari lomba ini. Terutama rumah makan kadang tidak menyediakan tisu gulung di toiletnya,” ujar Iin.

Sementara, Ketua Asosiasi Housekeeper Indonesia (Ahki) Sulsel, Muh Yunus, mengataka, pada lomba ini akan diikuti sebanyak 200 rumah makan, cafe, dan restoran se-Kota Makassar. Berlangsung selama empat hari berturut-turut, yang dimulai 5-8 November 2017. “Tim juri nantinya sebanyak sembilan orang housekeeper,” katanya.

Kegiatan ini akan terus dilakukan seiring Kota Makassar menjadi kota kuliner yang banyak dikunjungi wisatawan. “Jangan sampai promosi yang dilakukan sedemikian rupa oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menjadi kenangan belaka karena pemilik restoran dan rumah makan tidak ada kesadaran untuk membersikan toiletnya,” jelas Yunus. (*)


Tag
div>