KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

Pidato 90 Detik Syahrul di HUT ke-72 RI

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 17 Agustus 2017 19:09
Pidato 90 Detik Syahrul di HUT ke-72 RI

Pengibaran bendera merah putih di perayaan ke-72 Kemerdekaan Indonesia digelar di Lapangan Upacara Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Kamis (17/8). Foto: Ashar/RakyatSulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Puncak perayaan ke-72 Kemerdekaan Indonesia digelar di Lapangan Upacara Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Kamis (17/8), berlangsung khidmat dan lancar.

Sebelum pengibaran Bendera Merah Putih, para peserta upacara dan tamu undangan disuguhkan drama kolosal Karaeng Pattingalloang yang ditampilkan penari dari berbagai sekolah. Drama itu menggambarkan perjuangan masyarakat Sulsel dibawah komando Karaeng Pattingalloang melawan penjajah.

Selanjutnya, acara inti yakni pengibaran bendera merah putih yang dilaksanakan oleh pasukan pengibar bendera (Paskibra). Prosesi pengibaran bendera berjalan lancar dan khidmat tanpa ada kesalahan.

Gubernur Sulsel pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Forum Koordinasi Pimpinana Daerah (Forkopimda) baik itu, TNI, Kepolisian Daerah Sulsel, ketua pengadilan dan segenap pejabat Pemerintah Provinsi Sulsel serta tokoh yang menyempatkan hadir dalam upacara tersebut.

Gubernur dua periode tersebut juga menyampaikan arahan singkat. Dia menyebut jika pengabdiannya selama sepuluh tahun sebagai gubernur merupakan akumulasi dari perjalanannya membawa daerah ini lebih baik.

“Ulang Tahun ke-72 RI ini, merupakan akumulasi perjalanan saya selama 10 tahun memimpin Sulsel. Bersama Anda semua, pemerintahan berjalan lebih baik, maju, dan modern. Kami yakin besok akan lebih mandiri lagi. Ini semua karena ada kebersamaan,” ungkapnya dengan nada semangat.

Pidato yang hanya berlangsung 90 detik itu merupakan pidato terakhir Gubernur Sulsel dalam kapasitasnya inspektur upacara di HUT Kemerdekaan RI sejak menjabat tahun 2008.

Selain pengibaran bendera, sejumlah pertunjukan seni ditampilkan untuk menghibur para peserta dan tamu upacara.

[NEXT-RASUL]

Diantaranya, permainan biola yang manis oleh Hendrawahyu Tomo. Lelaki asal Soppeng yang telah sukses di panggung Internasional itu mengiringi Gubernur SYL dan Forkopimda menyanyikan lagu Indonesia Pusaka.

Ada juga aubade asuhan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo yang dibawakan sejumlah sekolah di Makassar. Mereka membawakan lima lagu perjuangan.

Momen yang cukup memikat para peserta dan tamu undangan ketika Gubernur Sulsel bersama Wakil Gubernur serta Forkopimda dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel turun ke lapangan untuk berjoget bersama para polisi wanita.

Aksi joget itu diiringi oleh penyanyi Bugis-Makassar Anci La Ricci yang membawakan Lagu Pantai Losari yang dilanjutkan dengan goyang Maumere.

Selanjutnya Gubernur Sulsel SYL, Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang dan Sekretaris Daerah Sulsel Abdul Latif beramah tamah bersama Muspida, Perintis Kemerdekaan RI, Veteran, Angkatan 45, mahasiswa serta Paskibraka.


div>