SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Pidato Viktor Bikin Meradang, Gerindra: Tak Cukup Diselesaikan Minta Maaf

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Jumat , 04 Agustus 2017 08:52
Pidato Viktor Bikin Meradang, Gerindra: Tak Cukup Diselesaikan Minta Maaf

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Beredarnya video tentang pidato Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Viktor Bungtilu Laiskodat, yang secara terang-terangan menuding Partai Gerindra sebagai pendukung radikalisme, intoleransi, dan kelompok yang berniat mendirikan negara khilafah, bikin heboh.

Ketua DPP Gerindra Heri Gunawan tak terima dengan pernyataan Viktor. Menurut dia, anak buah Surya Paloh di NasDem itu telah memfitnah dengan ujaran kebencian. Sebuah tindakan yang sangat tidak patut dan menimbulkan kegaduhan.

“Apa yang disampaikan Viktor adalah tudingan yang sangat merusak. Jauh dari etika dan sarat kebencian, serta kontraproduktif dengan semangat toleransi. Bicara toleransi tapi intoleran,” ucap Heri kepada jpnn.com, Kamis (3/8) malam.

“Kalau ingin cari sensasi dan pengen ngetop, bukan begitu caranya. Apalagi harus menebar tuduhan atau fitnah yang tak punya dasar sama sekali,” lanjut anggota Komisi XI DPR ini.

Sebagai seorang politikus yang mengemban jabatan penting di partai politik, Heri meminta Viktor bertanggung jawab atas apa yang telah diucapkannya.

Terutama tudingan yang menyebut partai pimpinan Prabowo Subianto sebagai pendukung radikalisme dan kelompok pendukung negara khilafah.

“Tuduhan liar semacam itu sangat berbahaya. Bisa merembes kemana-mana. Atas tuduhan yang merusak itu, tidak tertutup kemungkinan saya akan mengadukannya ke Mahkamah Kehormatan Dewan. Viktor adalah anggota DPR yang diikat dengan aturan etis yang ketat. Tak boleh asal bicara tanpa bukti. Apalagi sampai menuduh dan menebar fitnah,” tutur politikus awal Jawa Barat ini.

Apalagi dalam pidato Viktor, tambah Heri lagi, tercium aroma adu domba yang kuat. Penuh provokasi dan niat memecah belah.

[NEXT-RASUL]

Karenanya, perlu ada upaya tindakan yang menimbulkan jera. Sehingga hal yang sama tak pernah terulang lagi.

“Tidak cukup dibereskan dengan minta maaf saja. Perlu tindakan hukum yang tegas, adil, dan tidak berpihak,” pungkas pria berkepala pelontos itu.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Benny Kabur Harman juga melayangkan protes keras terkait pernyataan Viktor. Sebab, selain Gerindra, Demokrat juga termasuk yang disebut sebagai partai intoleransi dan pendukung khilafah. (fat/jpnn)


div>