SELASA , 21 AGUSTUS 2018

Pileg 2019, Banyak Petahana PKS Tak Lagi Maju

Reporter:

Suryadi - Armansyah

Editor:

asharabdullah

Senin , 23 Juli 2018 14:21
Pileg 2019, Banyak Petahana PKS Tak Lagi Maju

Bendera PKS. (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kisruh internal di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), berbuntut pada mundurnya sejumlah kader petahana dari pencalonan legislatif (Caleg) 2019 mendatang.

Di Makassar, kader PKS yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS di DPRD Makassar, Mudzakkir Ali Jamil, telah menyatakan mundur dari pencalonan di legislatif. Selain itu ada nama Iqbal Jalil, Haslinda dan Irwan ST. Untuk DPRD Sulsel, ada nama Jafar Sodding dan Taslim Tamang.

Penguduran diri sejumlah kader PKS itu ditengarai dengan adanya surat edaran bernomor 02/D/EDR/DPP-PKS/2018 yang memuat hasil rapat dewan pimpinan pusat (DPP) pada 27 Juni 2018. Isinya mewajibkan bakal calon anggota DPR/DPRD (BCAD) PKS melampirkan dokumen tambahan.

Ada tiga poin lampiran tambahan di antaranya, memastikan surat pernyataan BCAD (bakal calon anggota dewan) yang telah ditandantangani sebelumnya tersampaikan di setiap level struktur yang ditetapkan. Mengisi dan menandatangani surat pernyataan bersedia mengundurkan diri yang terlampir bersama surat edaran ini. Mengisi dan menandatangani surat pengunduran diri bertanggal kosong yang terlampir bersama surat edaran ini.

Ketua DPW PKS Sulsel, Surya Darma yang dikonfirmasi perihal mundurnya sejumlah caleg petahana enggan berkomentar banyak. Ia mengaku jika dirinya hanya hanya menerima nama caleg.

Ia menegaskan jika yang menentukan kader masuk dalam daftar caleg 2019 adalah DPP PKS, sehingga pihaknya sebagai representasi di daerah hanya menjalankan sesuai aturan.

“Bukan hanya petahana yang dihapus, ada juga yang bukan petahana, dan itu urusannya DPP, kami di provinsi hanya menerima nama,” ujarnya.

Menurutnya, sesuai dengan AD/ART sudah mengatur bahwa hak prerogatif DPP yang menetapkan nama-nama masuk dalam DCS ataupun DCT pemilu 2019.

Meski demikian, dia menegaskan pihaknya juga masih mempertahankan beberapa nama incumbent DPRD Provinsi Sulsel.

“Misalnya petahana seperti Sri Rahmi, Andi Jahida, Baso Rizal masuk caleg. Sedangkan pak Ariadi Arsal naik kelas caleg di DPR RI,” katanya.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Makassar, Anwar Faruk menepis dugaan adanya masalah internal di partainya, termasuk dugaan tak majunya beberapa calon petahana mendaftar sebagai bacaleg DPRD Kota Makassar.

“Masalah internal tidak ada masalah dan keputusan bahwa ada orang petahana ditempatkan (bacaleg) atau tidak itu wewenang DPW dan DPP,” jelas Anwar Faruk, Minggu (22/7) kemarin.

Kata Anwar, keputusan DPW dan DPP dalam hal penentuan atau mengusulkan bacaleg maju di Pileg 2019 baik DPR dan DPRD tingkat provinsi dan kota merupakan hal yang wajar bagi kader.

Di Pileg Makassar, PKS hanya mengajukan Bacaleg hanya satu orang petahanan di DPRD Kota yakni Yeni Rahman yang juga bendahara PKS Kota Makassar. Sementara tiga lainnya seperti Iqbal Jalil, Mudzakkir Ali Djamil, Haslinda dan Irwan di coret dari daftar Bakal Calon Anggota DPRD (BCAD).

“Tentunya DPW dan DPP punya alasan-alasan tertentu. Kenapa teman-teman ini tidak diikutkan bursa BCAD untuk 2019,” katanya.

“Prinsipnya Keputusan bukan di DPC, Kader PKS tunduk dengan aturan dan putusan partai,” tambahnya.

Di Parepare, dua petahana PKS, Iqbal Chalik dan S Parman Agoes Mante, juga mengurungkan niatnya maju dalam proses pencalegan di Kota Parepare. Dua orang petahana yang masih berstatus anggota DPRD Parepare ini memiliki alasan sehingga keduanya mundur sebelum bertarung.

Meski keduanya mengungkap tak lagi maju, namun awalnya, keduanya telah terdaftar dalam internal partai sebagai Bacaleg. Belakangan, keduanya mundur karena alasan harus menandatangani “cek kosong” atau melampirkan surat pernyataan mundur dari partai. Surat pernyataan bermaterai tersebut tidak mencantumkan tanggal.

“Kami memilih mundur karena alasan dominan adanya surat pernyataan mundur pertanggal kosong yang harus ditandatangani. Itu syarat khusus yang harus dilampirkan. Surat pernyataan mundur pertanggal kosong, semacam cek kosong begitu,” ungkap Iqbal Chalik yang juga Ketua DPC PKS Parepare.

Sebelumnya, Petahana lain, Parman Agoes Mante yang juga Ketua Bidang Kepemudaan DPC PKS PKS Parepare mengaku mundur, lantaran partainya dinilai tak lagi sesolid dulu.

“Benar, saya tidak mau maju dalam Pileg nanti. Pertama, karena dalam internal partai saya (PKS) tidak solid lagi,” ungkap Parman.

Selain alasan tersebut, dia juga memberi kesempatan kepada para pemuda untuk bertarung di Parlemen. “Saya ingin ada regenerasi. Saya menantang para pemuda untuk bertarung di Pileg demi mengawal aspirasi rakyat,” ujarnya. (*)


Tag
  • Pileg 2019
  •  
    div>