RABU , 21 NOVEMBER 2018

Pileg 2019, Incumbent Golkar Mulai Bermanuver

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Iskanto

Jumat , 26 Oktober 2018 09:00
Pileg 2019, Incumbent Golkar Mulai Bermanuver

ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Persaingan ketat menuju Senayan dipastikan tersaji pada Pileg 2019 mendatang. Sejumlah kader potensial dari partai politik sudah turun meraih simpati masyarakat.
Khusus Partai Golkar, sejumlah incumbent sudah mulai melakukan manuver untuk meraih simpati pemilih.

Tercatat ada empat caleg Partai Golkar berstatus incumbent untuk DPR RI. Yakni Hamka B Kady (Dapil 1), Andi Rio Idris Padjalangi dan Syamsul Bachri (Dapil 2) serta Fauziah Pujiwatie di Dapil 3. Tidak hanya bersaing dengan caleg dari partai lain, para incumbent ini juga harus mewaspadai caleg sesama partainya.

Di Dapil Sulsel 1, Hamka B Kady akan bertarung dengan sesama caleg Golkar yang sudah punya nama besar. Diantaranya Hoist Bachtiar, Hakim Kamaruddin dan Dr Ulla Nuchrawaty. Di Dapil Sulsel 2, Andi Rio Idris Padjalangi dan Syamsul Bachri patut mewaspadai pendatang baru seperti Erna Rasyid Taufan dan Supriansa.

Sementara untuk Dapil Sulsel 3, Fauziah Pujiwatie ditantang Muhammad Fauzi yang tak lain Suami Bupati Lutra, Indah Putri Indriani serta Abdillah Natsir dan Emir Baramuli.

Caleg petahana, Syamsul Bachri menegaskan, siap bertarung secara sehat sesama rekannya di Partai Golkar. “Meski banyak caleg. Tapi kita bersaing sehat,” katanya.

Ia optimis akan terpilih kembali. “Saya optimis terpilih lagi. Makanya sosialisasi terus saya lakukan di dapil yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Syamsul juga baru-baru ini mengunjungi basis konsistuennya di Kabupaten Wajo. Ia menyatakan kesiapannya kembali membidik kursi DPR RI melalui Dapil Sulsel II. “Niat saya maju anggota DPR mendapat apresiasi di dapil saya,” tuturnya.

Syamsul Bachri berterima kasih dan mengapresiasi dukungan tersebut. Anggota Komisi IX DPR RI ini mengatakan, dirinya datang ke Wajo belum lama ini untuk acara advokasi dan sosialisasi kebijakan pembiayaan kesehatan dalam program jaminan kesehatan nasional tahun 2018.

Salah satu caleg penantang, Hoist Bachtiar mengaku fokus bekerja untuk partai juga melakukan pendekatan dengan masyarakat di dapilnya. “Namanya usaha, saya fokus di dapil yang ditentukan partai,” ujarnya.

Alasan memilih maju sebagai anggota DPR RI karena ia ingin memberikan kesempatan bagi kader Golkar lain untuk duduk sebagai anggota DPRD Sulsel di Pileg 2019. “Harus ada regenerasi. Saya sudah empat periode di DPRD Sulsel,” katanya.

Saat ditanya soal nama-nama besar yang akan diajak bertarung, Hoist mengaku tidak mempersoalkan bahkan ia meyakini Golkar akan meraih tiga kursi di Dapil 1 yang meliputi Kabupaten Selayar, Jeneponto, Takalar, Gowa, dan Kota Makassar itu.

“Meski ada calon petahana tidak masalah jika merujuk pembagian kursi yang di pakai saat ini ditambah dengan partai yang lolos parliamentary threshold, maka Golkar dapat meraih 2-3 kursi,” ungkapnya.

Sebaliknya, jika namanya tak lolos di Pileg 2019 maka ia pun tak mempersoalkan. Mengingat sejumlah nama yang akan bertarung di dapil tersebut punya basis.

“Nama-nama yang dimunculkan diinternla Partai Golkar juga punya basis. Kalau saya nantinya bisa duduk di DPR RI maka saya ucapkan Alhamdulillah. Tapi kalau tidak tentu saya kembali ke profesi lama sebagai pengusaha,” pungkasnya. (*)


div>