SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Pileg Mulai Panas, APK Caleg Dirusak

Reporter:

Suryadi Maswatu - Fahrullah

Editor:

Iskanto

Kamis , 18 Oktober 2018 10:30
Pileg Mulai Panas, APK Caleg Dirusak

APK Ibrahim Saleh yang di rusak.

MAKAKSSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemilihan Legislatif (Pileg) masih menyisakan beberapa bulan lagi. Namun tensi politik mulai memanas. Hal itu dibuktikan dengan dirusaknya sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) calon legislatif (Caleg) oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Seperti yang dialami caleg Partai NasDem, Ibrahim Saleh.

Ketua Bawaslu Makassar, Nursari menyebutkan jika oknum yang sengaja merusak APK bisa terkena pidana. “Merusak alat peraga kampanye sanksinya pidana,” singkatnya.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar, Zulfikarnain menambahkan, jika sudah ada laporan yang masuk soal pengrusakan APK, namun itu baru bersifat pemberitaan belum secara tertulis. “Ia ada. Sifatnya informasi awal,” katanya.

Ia menegaskan telah memerintahkan kepada Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk turun ke lokasi dan melihat apakah benar ada pengrusakan. “Dari laporan Panwascam itu sudah ada dan akan ditindak lanjuti. Nanti akan kita lihat hasilnya apakah ada pelanggaran dan sanksinya seperti apa,” tutupnya.

Komisioner KPU Sulsel, Faisal Amir mengatakan, teknis pemasangan APK sudah jelas di tempat yang telah ditentukan KPU. Sementara untuk sanksi, kata dia, merupakan kewenangan Bawaslu bersama pihak keamanan jika yang bersangkutan jika dirugikan.

“Meski sebagian APK dipasang dan dicetak oleh caleg parpol. Tapi tempat titik sudah diatur oleh KPUD kabupaten/kota,” singkatnya.

Komisioner KPU Kota Makassar lainnya, Andi Syaifuddin mengatakan, jika pihaknya tak punya wewenang untuk memberikan sanksi jika ada pengrusakan terhadap APK caleg. “Laporan APK yang rusak tentu ke Bawaslu. Sanksi tanya Bawaslu,” ujarnya.

Ia juga mengatakan untuk teknis pemasangan APK sudah diatur. Bahkan tidak dibolehkan di lokasi rumah ibadah atau Dinas terkait. “Selain itu, tak boleh di trotoar pengguna jalan,” katanya.

Pihaknya sebagai penyelenggara mengakui keterlambatan pemasangan APK 16 partai politik (Parpol) yang menjadi peserta Pemilu 2019. Alasannya, proses percetakan APK belum dilakukan karena belum ada ketersediaan anggaran. “Alasanya belum dicetak karena belum tersedia anggaran, proses tender,” terangnya.

Kendati demikian, ia meminta partai atau caleg bisa memasang APK sesuai ketentuan yang berlaku. “Tapi partai sudah bisa memulai dengan mencetak sendiri APK tambahan,” ucapnya.

Untuk diketahui, ada 10 alat peraga kampanye Ibrahim Saleh yang maju mewakili daerah pemilihan Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya dirusak dan dicuri.

“Kami juga heran dengan adanya ulah orang yang tak bertanggungjawab merusak alat peraga kami. Ini pesta demokrasi, ayo adu gagasan jangan memakai cara-cara seperti itu,” ucap salah satu tim pendukung Ibrahim Saleh, Basran.

Tim Ibrahim Saleh juga sudah resmi melaporkan oknum perusak balihonya. Laporan tim Ibrahim Saleh ditujukan ke Panitia Pengawas Pemilu Kecmatan (Panwascam) Biringkanaya, dan Polsek Biringkanaya agar kasus tersebut untuk diselidiki.

“Kami ingin demokrasi di Makassar berjalan dengan baik, tidak ada saling merusak. Mari bersaing secara sehat,” ucap Basran.

Dia pun meminta agar pihak Panwascam dan Polsek Biringkanaya, agar menangani kasus perusakan baliho tersebut secara serius. “Kami tunggu keseriusannya. Agar demokrasi kita terus terjaga,” tuturnya. (*)


div>