RABU , 21 NOVEMBER 2018

Pilgub Jatim 2018, Khofifah dan Risma Lebih Populer

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 28 April 2017 11:16
Pilgub Jatim 2018, Khofifah dan Risma Lebih Populer

BERKANTOR DI BIMA : Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, saat menemui korban banjir bandang di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Selasa (27/12). Mensos memilih berkantor di Bima untuk melakukan penyisiran dan memastikan semua bantuan tersalurkan. Foto: Ukon/INDOPOS Ilustrasi by: INDOPOS

RAKYATSULSEL.COM – Meski Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Jatim masih sekitar setahun lagi, namun pemanasan jelang hajatan regional tersebut sudah cukup masif.

Salah satunya lewat publikasi hasil survei beberapa lembaga di Pilgub Jatim. Bahkan terbaru, Saifullah Yusuf yang karib disapa Gus Ipul ternyata lebih diunggulkan untuk duduk sebagai calon wakil gubernur (cawagub) daripada calon gubernur (cagub).

Padahal, Gus Ipul memiliki tingkat popularitas yang tinggi bahkan mengungguli semua tokoh lain yang disurvei.

Hal itu terungkap dalam survei yang digelar oleh The Initiative Institute, Rabu (26/4).

Hasil survei yang dilakukan terhadap 10 nama tokoh yang dianggap pantas menjadi cagub pengganti Soekarwo dalam Pilkada Jatim 2018 mendatang tersebut, mengungkapkan bahwa posisi Gus Ipul lebih pantas menjadi cawagub daripada cagub.

Sedangkan Khofifah Indar Parawansa dan Tri Rismaharini yang popularitas maupun elektabilitasnya menempati posisi dua dan tiga teratas, lebih diunggulkan untuk duduk sebagai cagub.

CEO The Initiative Institute Airlangga Pribadi mengatakan bahwa Gus Ipul lebih dikenal di kalangan responden sebagai wakil gubernur.

Dimana responden yang menginginkan tokoh kelahiran Pasuruan itu sebagai wakil gubernur di pilkada Jatim mendatang sebanyak 34,90 persen.

Sementara yang menginginkan Gus Ipul sebagai gubernur adalah 33,17 persen. Kemudian diikuti oleh Khofifah di posisi gubernur Jatim diinginkan oleh sebanyak 28,31 persen responden.

Untuk menjadi wakil gubernur Jatim, menteri sosial di kabinet Presiden Joko Widodo itu diinginkan oleh 21,10 persen responden.

Selanjutnya Tri Rismaharini, yang menginginkannya menempati posisi gubernur 26,13 persen dan wakil gubernur 21,50 persen.

“Jadi, tren Gus Ipul di masyarakat adalah wakil gubernur,” kata Airlangga Pribadi, Rabu (26/4).

[NEXT-RASUL]

Survei itu, menurut Angga -sapaan Airlangga Pribadi, menunjukkan bahwa Gus Ipul masih lebih banyak dipilih sebagai wakil gubernur daripada gubernur. Meski selalu menempati tempat tertinggi dalam survei, yakni secara popularitas mencapai 82,8 persen.

Unggul dari Khofifah 81,4 persen dan Risma 75,4 persen. Pun secara elektabilitas, Gus Ipul meraih 33,2 persen, Khofifah 28,3 persen, dan Risma 26,1 persen.

Karena itu, Angga berpesan kepada tim sukses Gus Ipul agar dalam waktu yang tersisa selama kurang lebih setahun terakhir untuk mengubah mindset para pemilih.

“Jika ingin mempertahankan elektabilitas Gus Ipul, maka harus diubah mindset masyarakat mulai sekarang. Sebab, masyarakat masih mengenal Gus Ipul dengan wakil gubernurnya,” jelasnya.

Sementara untuk Risma, menurut Angga, responden perkotaan yang lebih banyak memilih tokoh kelahiran Kediri itu dibanding dengan wilayah pedesaan di Jatim. Nama wali kota Surabaya tersebut sangat populer di perkotaan.

“Nama Risma lebih terkenal di wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Juga, sebagian kecil wilayah di Mataraman seperti Madiun, Nganjuk, dan Tulungagung,” bebernya kepada wartawan.

Yang menarik, survei yang dilakukan terhadap 956 orang responden tersebut mayoritas dari kalangan santri dan nahdlatul ulama (NU). Hampir 78 persen responden memiliki latar belakang politik dari kalangan santri dan NU.

Selanjutnya sebanyak 22,2 persen adalah kaum nasionalis, dan 5,5 persen Muhammadiyah. Sisanya sebesar 3,1 persen menyebut dirinya sebagai nasionalis Soeharto, kemudian 9,2 persen kaum NU yang juga nasionalis.

“Penentu dalam pilgub nanti, sepertinya ada pada kaum santri dan NU,” tuturnya.


div>