KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Pilih RMS atau Cakka

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 02 Juni 2017 12:00
Pilih RMS atau Cakka

Ilustrasi.

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Dua figur populer dinilai paling layak diperhitungkan sebagai bakal calon wakil gubernur pasangan Ichsan Yasin Limpo (IYL) pada Pilgub Sulsel 2018.

Selain pertimbangan geopolitik, dua figur ini dianggap tepat berdasarkan pengalaman pengabdian di pemerintahan maupun kiprahnya di partai politik. Kedua figur dimaksud adalah Rusdi Masse (RMS) dan Andi Mudzakkar alias Cakka.

Sebelumnya, Punggawa–sapaan lain IYL membeberkan lima figur yang bakal mendampinginya. Lima nama tersebut antara lain, Mathius Salempang, Andi Mudzakkar (Cakka), Andi Maradang Mackulau, Andi Aslam Patonangi dan Anggota DPRD Sulsel, Andi Yagkin Padjalangi.

Cakka–sapaan akrab Andi Mudzakkar adalah Bupati Luwu dua periode. Pria kelahiran Palopo, 11 November 1964 ini, merupakan figur pilihan rakyat Kabupaten Luwu yang sukses memenangkan Pilkada 2009 dan Pilkada 2014.

Kematangan dalam berpikir dan santun bertindak, menempatkan alumni Lemhanas ini menjadi figur harapan masyarakat Luwu. Tak heran jika Andi Mudzakkar menjadi salah satu kandidat bakal cawagub pendamping Ichsan Yasin Limpo asal geopolitik Luwu Raya yang memiliki pemilih sebanyak 856.790 atau sekira 12,47 persen dari total pemilih Sulsel.

Rusdi Masse sendiri adalah Bupati Sidrap dua periode. RMS disebut layak mendampingi Punggawa, mengingat RMS paling siap untuk geopolitik Ajatappareng.

Apalagi hubungan IYL dengan RMS nampaknya memang tak bisa dipisahkan. Hal itu ditunjukkan saat buka puasa bersama di kediaman orang tua Ichsan, Nurhayati Yasin Limpo, di Jalan Haji Bau Makassar, Senin (29/5) lalu, IYL-RMS menunjukkan kemesraannya. Disaksikan Syahrul Yasin Limpo, hubungan layaknya kakak-adik ini begitu cair.

[NEXT-RASUL]

Bahkan, usai buka puasa bersama, RMS langsung memakai baju kaos bertulis “Punggawa” di depan relawan IYL yang diberikan putra IYL, Adnan Purichta Ichsan.

Momen Kebersamaan itu juga disambut suka cita oleh keluarga Yasin Limpo lainnya. Apalagi, RMS memang sejak dulu dikenal punya hubungan kekeluargaan dengan Nurhayati Yasin Limpo.

Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Adi Suryadi Culla mengatakan, peluang paket IYL-RMS di Pilgub memang patut diperhitungkan oleh bakal calon lainnya. Pasalnya, kata dia, kedua figur tersebut memiliki potensi dengan latar politik yang kuat.

Ditambah lagi, kata dia RMS yang merupakan Bupati Sidrap tentunya menguasai geopolitika Ajatappareng. Serta IYL yang merupakan mantan Bupati Gowa dua periode.

“Saya kira keduanya punya potensi dukungan yang bagus, dua-duanya punya latar politik yang kuat. Ada yang menguasasi geopolitik kuat dan posisinya sebagai bupati. Keduanya dapat mewakili basis suara,” ungkapnya.

Adi Suryadi menyebutkan, selain menguasai geopolitik Ajatappareng. Posisi RMS sebagai Ketua Partai NasDem Sulsel dapat menjadi indikator penguasaan wilayah Sulsel. Sehingga, kekuatan RMS untuk mendampingi Ichsan sudah tidak diragukan lagi.

“Posisi RMS sebagai ketua partai hampir mencakup seluruh wilayah Sulsel. Ini membuktikan punya power politik yang bisa berkontribusi terhadap Ichsan,” jelasnya.

[NEXT-RASUL]

Sementara Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad menilai, peluang RMS untuk mendampingi IYL sangat besar. Namun, secara geopolitik patut menjadi pertanyaan terkait penguasaan RMS terhadap wilayah tengah yang meliputi beberapa kabupaten.

“Secara geopolitik RMS bisa di perhitungkan untuk wilayah Ajatappareng tetapi kan kita masih mempertanyakan apakah RMS memiliki pengaruh yang kuat untuk menguasai wilayah tengah. Jadi memang Sidrap bisa kita katakan aman, tapi bagaimana dengan Parepare, Pinrang dan sekitarnya,” ungkap Firdaus.

Sehingga, kata Firdaus, RMS harus mampu menunjukkan kekuatannya sebagai Ketua Partai NasDem Sulsel, untuk juga dapat mengusai wilayah kabupaten lain selain Sidrap. Pasalnya, masih ada beberapa wilayah yang potensial bagi RMS untuk dijadikan basis suara.

“Tentunya juga daerah seperti Bone, Soppeng, Wajo itu harusnya menjadi rana basis kekuatan dari RMS. Artinya itu masih kita pertanyakan, apakah RMS mampu menggaransi basisnya diluar dari pada Sidrap. Karena ini menjadi wilayah yang cukup besar,” jelasnya.

Firdaus menjelaskan, kendala yang tentu akan dihadapi oleh bakal calon adalah masalah jaringan partai. Walaupun memang paket IYL-RMS sangat berpeluang namun tetap membutuhkan koalisi partai lain.

“Kendalanya adalah lebih pada partai, kalau potensi untuk menyatu itu sangat besar. Secara geopolitik kedua figur sangat bagus, sekarang tinggal bagaimana penguatan pada jaringan partai,” jelasnya.

[NEXT-RASUL]

Bagaimana dengan pandangan akademisi melihat paket IYL-RMS?. Guru Besar UNM, Prof Dr Muhammad Jufri, menilai jika RMS layak sebagai pendamping IYL pada Pilgub mendatang. “Saya kira sangat cocok mengingat keduanya sangat paham soal pemerintahan,” ujar Jufri.

Meski demikian, dirinya mengaku jika lima figur lainnya juga cocok mendampingi Punggawa. “Pandangan saya sebagai akademisi. Semuanya orang cocok untuk dampingi IYL. Hanya saja, tergantung pak IYL untuk memilih antara seorang birokrasi atau politisi,” jelasnya.

Menurut Dekan Fakultas Psikologi UNM ini, jika dipandang dari sisi psikologi, IYL perlu memilih figur yang berpengalaman dalam karir.  Hal tersebut lanjut dia, sangat perlu karena dalam menjalankan pemerintahan perlu sosok wakil yang mampu mengakomodir jalannya pemerintahan agar mewujudkan pelayanan prima.

“Manejerial kepemimpinan itu perlu. Apalagi IYL didampingi sosok birokrasi atau politisi pengalaman, jauh lebih kuat. Saya pikir pak RMS dan Cakka orang tepat,” katanya.

Guru besar ilmu sosial ini menyebutkan, IYL memiliki peranan penting dalam pembangunan dan kemajuan pendidikan di Sulsel. Hal tersebut kata dia, dilihat sejak IYL menjabat sebagai bupati dua periode di Kabupaten Gowa, kemajuan pendidikan sangat pesat.

“IYL memang memiliki visi-misi yang luas soal pendidikan. Saya lihat memiliki pemikiran yang simpatik. Beliau sangat cardas memiliki cara berpikir yang handal, mulai pendidikan dasar dari anak sampai perguruan tinggi,” terangnya.

[NEXT-RASUL]

“IYL punya pemikiran yang sangat konstruktif. Artinya memilih kepedulian yang luar biasa. Intens dalam memberikan pandangan dan masukan pendidikan waktu itu,” tambahnya.

Sementara akademisi Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Saifuddin Al Mughniy menilai kemesraan IYL dan RMS sudah tidak terbantahkan lagi. Mengingat keduanya adalah sahabat karib. Keakraban itu pula yang akan menjadi pendorong keduanya untuk berpasangan di Pilgub mendatang.

“Sangat besar peluangnya untuk berpaket (IYL-RMS), mengingat keduanya punya hubungan yang dekat,” kata Saifuddin.

Direktur OGIE Institute of Research and Political Development ini menjelaskan, secara geopolitik RMS dan IYL adalah pasangan yang klop. IYL mewakili wilayah selatan, sementara RMS mewakili wilayah Ajatappareng.

“Jadi tinggal keduanya, bagaimana tingkat komunikasinya dan bargainingnya,” pungkasnya. (E)


div>