SENIN , 11 DESEMBER 2017

Pilkada Enrekang, Kotak Kosong atau Head to Head

Reporter:

Fahrullah - Suryadi

Editor:

asharabdullah

Kamis , 07 Desember 2017 11:25
Pilkada Enrekang, Kotak Kosong atau Head to Head

Ilustrasi. Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Aroma melawan kotak kosong mulai tercium jelang Pilkada Serentak tahun 2018 mendatang.

Di Sulsel, salah satu daerah yang berpotensi melawan kotak kosong atau hanya diikuti satu pasangan calon (paslon) adalah Kabupaten Enrekang.

Sejauh ini, baru Muslimin Bando yang aman menuju pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Calon bupati petahana itu memborong sejumlah partai politik diantaranya, Golkar, PAN, PDIP, Demokrat, Gerindra dan yang terbaru adalah Hanura.

Sementara rivalnya, Amiruddin baru mengantongi rekomendasi NasDem dan PBB dengan perolehan empat kursi di DPRD Enrekang.

Calon lainnya, Masrur Makmur Latanro juga sudah mendapat surat tugas dari PKS. Namun pemilik tiga kursi di DPRD Enrekang itu mengancam akan mengalihkan dukungannya ke Muslimin Bando atau Amiruddin jika Masrur tak kunjung mendapat tambahan parpol.

Jika nantinya PKS memberikan rekomendasi kepada Muslimin Bando, maka pelung melawan kotak kosong makin terbuka lebar. Sebaliknya, jika PKS mengusung Amiruddin, maka head to head Muslimin Bando dan Amiruddin bakal tersaji.

Terkait potensi kotak kosong, Komisioner KPU Sulsel, Kharul Mannang menjelaskan, dalam Undang-undang (UU) Pilkada Nomor 10 tahun 2016, calon tunggal dinyatakan menang jika mendapatkan suara lebih dari 50 persen dari suara sah.

“Apabila, kurang dari 50 persen dari suara yang sah, maka yang menang adalah kotak kosong. Maka pemerintah provinsi menugaskan pejabat sementara untuk jadi carteker,” ujarnya, Rabu (6/12) kemarin.

Menurutnya, UU Pilkada yang ada saat ini sudah menjawab persoalan adanya calon tunggal. Menurut dia, UU Pilkada telah mengatur metode pemilihan lawan kotak kosong yakni dalam surat suara terdapat dua kolom.

“Satu untuk pasangan calon tunggal disertai foto, sedangkan kolom kedua dibuat kosong. Jadi kalau calon tunggal dinyatakan menang harus mendapatkan suara lebih dari 50 persen dari suara sah,” tuturnya.

Sekretaris NasDem Enrekang Abdul Syukur Djamadi mengatakan, jika Ketua NasDem Enrekang (Amiruddin) masih terus berupaya bisa mendapatkan partai tambahan untuk maju pada Pilkada 2018 mendatang.

Menurut Abdul Syukur masih ada partai-partai yang baru mengeluarkan surat tugas. “Kita masih berharap pak Amiruddin bisa mencukupkan kursi. Dan kami optimis jika pak Amiruddin bisa melaju,” katanya.

Abdul Syukur juga tidak menampik jika Pilkada Enrekang kemungkinan terjadi head to head. “Saya kira konstelasi di Enrekang memang arahnya kesana (head to head),” pungkasnya. (*)


div>