SENIN , 18 DESEMBER 2017

Pilkada Wajo Berpotensi Head to Head

Reporter:

Fahrullah - Suryadi

Editor:

Lukman

Rabu , 22 November 2017 07:00
Pilkada Wajo Berpotensi Head to Head

Amran Mahmud-Amran SE (Pammase)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Wajo tahun 2018 diprediksi hanya akan menjadi pertarungan dua pasangan calon (Paslon) alias head to head.

Mereka adalah Amran Mahmud-Amran SE (Pammase) melawan Kepala Dinas Kesehatan Wajo dr Baso Rahmanuddin (DBR) yang belum menentukan pasangannya.

Pammase diketahui sudah mengontrol 23 kursi di DPRD Wajo, masing-masing PAN (4 kursi), PPP (7 kursi), PKS (2 kursi), PBB (1 kursi), PDI-P (4 kursi), dan Demokrat (5 kursi). Sedangkan DBR sudah mengontrol 12 kursi yakni, Golkar (7 kursi), PKB (3 kursi), dan Hanura (2 kursi).

dr Baso Rahmanuddin (DBR)

Artinya, kedua kandidat tersebut menyisakan 5 dari 40 kursi di DPRD Wajo yakni Gerindra (3 kursi), dan NasDem (2 kursi). Melihat itu, tentu tidak akan ada lagi poros baru terbangun di Pilkada Wajo melalui jalur partai karena untuk maju membutuhkan minimal 8 kursi sebagai syarat mendaftar ke KPU.

Wakil Ketua DPW PAN Sulsel, Irfan AB mengatakan, jika head to head itu benar terjadi, maka Amran yang merupakan Ketua PAN Wajo akan berpotensi memenangkan pertarunga. “Saya kira head to head itu lebih bagus, karena pak Amran memiliki potensi untuk menang,” kata Irfan, Selasa (21/11).

Menurutnya, Amran Mahmud sudah dikenal oleh masyarakat Wajo. “Masyarakat wajo pastinya ingin perubahan dan perubahan itu bisa dilalukan oleh pak Amran,” tuturnya.

Melihat potensi head to head di Wajo, Pakar Politik Unhas Makassar, Adi Suryadi Culla berpendapat jika dilihat secara umum petah politik di daerah tersebut cukup dinamis.

Menurutnya, persoalan yang timbul kemudian bisa terjadi head to head tergantung dari usungan parpol saat ini. “Kondisi politik cukup dinamis, arah dukungan parpol hampir final. Hanya saja saat ini memang potensi head to head,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk peluang para kandidat tergantung mesin parpol pengusung. Apakah bergerak masif untuk all out atau sekadar mengusung.

“Peluang kandidat menang tergantung parpol pengusung. Karena mesin parpol harus bergerak total,” pungkasnya. (*)


div>