• Minggu, 23 November 2014
Iklan | Epaper | Redaksi | Citizen Report

Pilwalkot Jadi Pilot Project Panwaslu

Senin , 10 Juni 2013 09:15
Total Pembaca : 166 Views

Baca juga

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – PADA Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar akan dijadikan pilot project.

Rencananya, Panwaslu Makassar akan membuat C2 plano (lembaran besar) penawasan yang akan digunakan sebagai pembanding untuk penghitungan suara di tingkat Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS).

Ketua Panwaslu Kota Makassar Amir Ilyas, Minggu (9/6). Panwaslu ingin membuat terobosan dengan mengadakan formulir C2 dalam penghitungan suara di TPS.

Dengan adanya C2 plano, area untuk melakukan kecurangan dalam proses penghitungan suara bisa diminimalisir. “Sebab, penghitungan tidak hanya dilakukan oleh KPU, tetapi juga oleh Panwaslu. Penghitungan ini juga akan dilihat oleh seluruh masyarakat yang hadir di TPS,” jelasnya.

Dalam waktu dekat Panwaslu Kota Makassar akan mensosialisasikan rencana ini kepada seluruh pasangan bakal calon.

“Saya akan undang 10 pasangan, kemudian membicarakan hal ini. Kalau 10 pasangan setuju, maka akan kita tetapkan penggunaannya,” ungkap Amir Ilyas.

Menurut Anwar, pihaknya juga tidak mempermasalahkan aspek legalitas dari KPU. “Sebab, kami hanya ingin melakukan pembandingan data,” ujarnya.

Sementara Ketua KPU Kota Makassar, Nurmal Idrus menyatakan, hal tersebut sah-sah saja dilakukan Panwaslu. “Tapi yang diakui dan dianggap resmi oleh KPU adalah C2 yang ditulis oleh KPPS,” terangnya.

Kalaupun C2 plano pengawasan yang dimaksud panwaslu ingin diakui, harus ada perintah dari KPU pusat. “Yang pasti, sampai sekarang KPPS dilarang untuk menandatangani formulir, selain yang ditetapkan KPU,” tegasnya.

Selama ini, dalam penghitungan di TPS oleh KPPS, hanya ada satu C2 plano yang digunakan, yaitu C2 plano yang dimiliki oleh KPU. Sementara, bagi panwaslu dan saksi pasangan calon, hanya diberikan formulir C1. Jika hal ini, diterapkan, maka Pilwalkot Makassar merupakan pemilukada pertama yang menggunakan dua formulir C2, yaitu milik KPU dan Panwaslu. (awl)