Pilwalkot Makassar; 2013 Atau 2015? | Rakyat Sulsel

Pilwalkot Makassar; 2013 Atau 2015?

Rabu , 17 Oktober 2012 10:39
Total Pembaca : 350 Views

Baca juga

ilustrasi

MAKASSAR – Wacana Menteri Dalam Negeri (Mendagri) memundurkan Pemilihan Wali Kota (PIlwalkot) Makassar dari 2013 ke 2015 harus diakui, mau tidak mau, membuat sejumlah kandidat galau. Bukan hanya dari membengkaknya cost politik, nyaris jika Pilwalkot Makassar benar-benar diundur, tentu akan mengubah konstalasi politik pascapemilu dan pileg 2014.

Namun, arah angin tampaknya berubah. Teranyar, menguatnya wacana akan mengembalikan jadwal pelaksanan akan sesuai rencana 2013.

Ketua DPRD Kota Makassar, Farouk M Beta ikut bersuara dan menyupport Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Makassar untuk berkoordinasi dengan Kemendagri dan pihak-pihak terkait lainnya agar Pilwalkot Makassar sesuai dengan jadwal.

“Kita berharap sih agar KPUD Makassar dapat mengikuti langkah KPUD Luwu yang melakukan koordinasi ke pusat. Hasilnya Pilkada Luwu yang masuk penundaan batal dilakukan. Pilkada Luwu diputuskan tidak ditunda dan sesuai dengan jadwal. Kok Luwu bisa, Makassar tidak?,” saran Farouk

Seperti diketahui, sebelumnya Kemendagri memutuskan untuk menunda pelaksanaan Pemilukada yang masa jabatannya berakhir di 2014. Keputusan ini diambil sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2005 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah. ada 43 Pemilukada di Indonesia, termasuk 4 di di Sulsel, Kota Makasar, Kabupaten Wajo, Kabupaten Luwu, dan Kabupaten Pinrang. Namun untuk Pilkada Luwu tetap dijadwalkan seperti semula, September 2013. Dalam PP yang dikeluarkan Mendagri itu menyebutkan tidak boleh ada Pemilukada yang dilaksanakan 6 bulan sebelum tahapan pemilu dan pilpres Juni 2014. KPUD Makassar sendiri menjadwalkan Pilwalkot akhir 2013.

Tarik ulurnya jadwal Pilwalkot Makassar mendapat tanggapan dari pengamat Politik Arkam Azikin. Bila benar jadwal pelaksanaan Pilwalkot Makassar diundur dari jadwal yang telah ditetapkan KPUD Kota Makassar, otomatis peta politik akan berubah drastis. Menurutnya, Parpol yang dapat kursi sekarang bisa jadi pada 2015 nantinya terjadi perubahan.  “Nanti ada yang dapat, ada yang tidak. Atau yang dapat bisa berkurang dan bisa juga bertambah,” ungkap Arkam. Di samping itu, lanjut Arkam, calon-calon dari parpol pun  akan mengalami dinamika politik, baik di internal partainya, dan juga rencana koalisi parpol akan bubar.(RS11/C)