SELASA , 16 OKTOBER 2018

Pimpinan Syngenta Sebut Potensi Kakao Lutra Sangat Besar

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 29 Maret 2016 17:35
Pimpinan Syngenta Sebut Potensi Kakao Lutra Sangat Besar

int

LUWU UTARA, RAKYATSULSEL.COM – Setelah melihat perkembangan kakao dalam beberapa tahun terakhir, terlihat animo mayarakat untuk kembali menanam kakao sangat besar. Sehingga membuat pimpinan Syngenta, Bahtiar Manadjeng, menganggap bahwa Kakao yang ada di Luwu Utara (Lutra) akan menjadi produsen kakao terbesar di Indonesia.

“Saya sangat yakin Lutra akan menjadi Kabupaten produsen kakao terbesar di Indonesia. Keyakinan ini sangat beralasan karena saat ini Lutra memiliki luas lahan 34 Hektar, dengan produktivitas 950 kg perhektar. Jauh melebihi rata rata produktifitas Nasional rata rata 660 Kilo perhektar,” kata Bahtiar Manajeng saat temu tani Kakao di Mappedeceng, Selasa (29/3).

Menurutnya, selain luas lahan yang besar, saat ini juga telah dikembangkan klon unggul lokal Lutra yang telah diakui secara nasional. Yaitu klon MCC 01 (M01) dan klon MCC 02 (45).

“Klon ini telah diakui secara nasional, dengan potensi produktifitas bisa mencapai lima ton perhektar. Sehingga ini juga membuat saya sangat yakin kita bisa menjadi produsen terbaik di Indonesia,” ucap Bahtiar.

Selain itu kata Bahtiar bahwa saat ini pihaknya juga sedang mengembangkan kebun contoh bersama petani mitra Syngenta yang tergabung dalam Cocoa Hight Productivity Community (CHPC).

“CHPC ini telah memiliki ratusan anggota dari perani kakao. Mereka telah mengembangkan teknologi peningkatan hasil melalui penggunaan produk Syngenta seperti Gramoxone, Alika dan Amistartop,” jelasnya.

Sehingga melalui kesempatan tersebut, Bahtiar yang juga ketua HKTI Pemuda Tani Sulsel, menyinggung perlunya dibentuk perusda khusus kakao sebagai upaya pemda menangani secara serius keberadaan kakao Lutra.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Armiadi, menyampaikan bahwa pemerintah telah bersepakat untuk kembali memperbaiki kualitas kakao di Lutra. Sehingga dengan demikian diperlukan support dari berbagai pihak termasuk keberadaan Syngenta sebagai mitra pemerintah dalam membangun kalao di Lutra.

“Namun kami sadari bahwa untuk sekarang ini dukungan anggaran untuk komoditi Kakao masih sangat minim. Akan tetapi kedepan komitmen itu akan diperlihatkan, sesuai visi misi Bupati akan mengembalikan kejayaan kakao Lutra,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskankan bahwa tTarget pada tahun 2021, kakao Lutra kembali mencapai luas lahan sebelumnya, yaitu 64 ribu hektar. Dengan asumsi penambahan luas lahan setiap sebesar dua ribu hektar.


Tag
  • Kakao
  •  
    div>