SENIN , 17 DESEMBER 2018

Pinrang Darurat Kekerasan Anak, Pemkab Butuh Lembaga Pendamping

Reporter:

dedi

Editor:

Jumat , 09 Desember 2016 18:19
Pinrang Darurat Kekerasan Anak, Pemkab Butuh Lembaga Pendamping

Ilustrasi

PINRANG, RAKYATSULSEL.COM – Maraknya, tindak kriminal terhadap anak di Bumi Lasinrang makin memprihatinkan.

Bahkan, makin menjadi sorotan maupun perhatian dari berbagai kalangan. Pasalnya, anak-anak tidak hanya menjadi korban, namun mereka justru yang menjadi pelaku.

Terkait hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Pinrang, Syarifuddin Side, mengatakan, pihaknya kini mengambil langkah untuk mengantisipasi berbagai kejadian, yang mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Pinrang.

“Saya kira sekarang ini, kami di Kabupaten Pinrang sangat membutuhkan lembaga perlindungan perempuan dan anak untuk membantu kami menangani masalah yang ada,” katanya, Jum’at (09/12/2016).

Menurut Syarifuddin, kenakalan remaja dan kekerasan anak disebabkan banyaknya pengaruh dalam Informasi Teknologi (IT), yang kini lebih mudah dijangkau oleh anak-anak. Meskipun, kata dia, banyaknya hal positif yang diambil, namun tidak menutup peluang hal negatif justru yang lebih banyak diterapkan.

“Jiwa muda memang mudah terpengaruh, kondisnya masih labil, dan suka mencoba hal-hal baru yang mereka lihat dan disaksikan dalam internet khususnya,” jelasnya.

Lanjut Syarifuddin, pihaknya kini berusaha dan berupaya, melibatkan semua pihak untuk turut andil dan berperan agar masalah ini tidak terulang lagi. Sehingga, kata dia, bisa tercipta hubungan emosional yang harmonis terhadap anak-anak.

“Semua pihak diharapkan ikut berperan dan terlibat dalam melakukan pembinaan kepada anak-anak kita. Baik antara orang tua dengan anak, guru dengan murid, bahkan antara murid dengan murid lainnya,” tandasnya.

Sebelumnya, sejumlah kasus kekerasan dan tindak kriminal yang melibatkan anak-anak, baik sebagai pelaku maupun korban yang terjadi di Kabupaten Pinrang yakni, pengeroyokan terhadap anak perempuan korban AS, oleh tiga orang pelaku yang juga perempuan yakni, NLD, EN, HRN. Di mana, EN dan HRN merupakan putri salah seorang oknum Legislator Pinrang, yang vidoe kekerasannya sempat viral beberapa waktu lalu.

Kedua, pengeroyokan terhadap pelajar laki-laki SY, yang dilakukan oleh tujuh orang pelaku sesama pelajar laki-laki yakni, IL, YS, AS, RS, KS , TG, dan AD, merupakan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Kelurahan Maccarawalie, Kecamatan Wattang Sawitto, Kabupaten Pinrang.

Ketiga, penikaman yang dilakukan oleh FH yang merupakan salah seorang pelajar laki-laki SD Negeri 189, terhadap korban AZ yang merupakan salah seorang pelajar laki-laki SD Negeri 13. Keduanya terlibat perkelahian di lingkungan sekolah yang masih satu kompleks, di Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang.

Menanggapi kasus-kasus tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Andi Rudy Hamid, mengatakan, pihaknya telah membentuk tim, dan akan turun langsung untuk melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

“Dalam waktu dekat, kami sudah mulai turun. Semoga semua berjalan dengan lancar,” katanya.


div>