JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

‘Pintar’ Akomodir Kepentingan Petani, Nelayan, Buruh dan Masyarakat Adat dalam Deklarasi Marobo

Reporter:

Editor:

hur

Minggu , 06 September 2015 17:10
‘Pintar’ Akomodir Kepentingan Petani, Nelayan, Buruh dan Masyarakat Adat dalam Deklarasi Marobo

Deklarasi Marabo yang menyatakan dukungan kepada Pasangan Pintar. (Rizal/Rakyat Sulsel)

LUWU UTARA, RAKYATSULSEL.COM – Pasangan Calon Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriany-Thahar Rum secara resmi menerima deklarasi dukungan dari sejumlah lembaga masyarakat dan mahasiswa, yang tergabung dalam Simpul Peduli Luwu Utara. Dukungan yang diberi nama Deklarasi Marabo tersebut melibatkan berbagai organisasi yaitu Federasi Buruh Lutra, Lembaga Kampung Sagu, Brigade Pangan, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tana Luwu, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Lutra, Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulsel, Penerus Perjuangan Perintis Kemerdekaan (PPP-KI) Lutra, Himpunan Pelajar Mahasiswa Seko (HMPS) Ikatan Pelajar Mahasiswa Rampi (IMPR) dan Lembaga Pemerhati Seni dan Budaya (LPS) Tana Luwu.

Dalam acara penerimaan deklarasi dukungan yang dilaksanakan di Kelurahan Marobo, Kecamatan Sabbang, Sabtu (5/9), ditandai dengan disahkannya dokumen Deklarasi Marobo. Deklarasi Marobo berisi Memorandum of understanding (MOU) yang menekankan kemerdekaan hak-hak masyarakat, khususnya dari kalangan petani, buruh, nelayan, pelajar, dan masyarakat adat yang ada di Lutra.

Sebagian besar isi Deklarasi Marobo meminta pengembalian harkat, maratabat, serta kemandirian masyarakat adat Lutra, dan menjadikan sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan kelautan sebagai leading sektor pembangunan daerah. Selain itu, deklarasi juga menuntut agar petani menjadi objek pembangunan daerah dengan penekanan pada penguatan Sumber Daya Manusia dan lembaga tani.

“Atas berkat rahmat tuhan yang maha kuasa dengan rasa tulus ikhlas, kami Simpul Peduli Luwu Utara, yang juga merupakan perwakilan dari para petani, buruh, nelayan, mahasiswa, dan masyarakat adat sepakat menyatakan sikap dengan resmi memberikan dukungan sebesar-besarnya pada Indah dan Thahar sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lutra priode 2015-2020,” kata Ketua AMAN Tana Luwu, Bata Manurun.

Sementara Ketua Pemuda Tani HKTI Sulsel, Bakhtiar Manajeng mengungkapkan, niat dan semangat terbentuknya Simpul Peduli Lutra, murni atas kesadaran para anggota setiap lembaga. Menurut Bakhtiar, mereka telah lakukan konsolidasi dan siap tergabung dalam Simpul Peduli Lutra dengan berlandaskan rasa keprihatinan pada kondisi kabupaten Lutra yang belum menunjukan kemajuan yang berarti demi kesejahteraan masyarakatnya.

“Keberadaan Simpul Peduli Lutra ini adalah ruang strategis untuk berpartisipasi dalam memajukan daerah kita ini. Keberadaannya juga berawal dari diskusi-diskusi sesama pengurus lembaga yang ada dan akhirnya kami berkesimpulan tidak menjadi penonton saja di pesta demokrasi ini dan akan terlibat serta berupaya memenangkankan pasangan calon bupati PINTAR yang mengakomodir hak-hak petani, buruh, pelajar, nelayan, dan masyarakat adat dalam visi misinya,” kata Bachtiar Manajeng yang juga pencetus Simpul Peduli Lutra ini.

Dalam kesempatan itu, Indah Putri Indriany mengungkapkan rasa terima kasih yang tak terhingga atas kepercayaan masyarakat kepada dirinya dan pasangannya, Thahar Rum. Pasangan calon bupati bertagline Pintar, yang diusung koalisi Partai Gerindra, Nasdem, PDIP, dan Demokrat ini menyatakn siap menerima amanah untuk memerdekakan hak-hak masyarakat yang menyatakan bahwa hak yang mereka dapatkan selama ini baru sebagian kecil saja.

“Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, yang menjadikan kita semua berkumpul di sini untuk menyatukan niat tulus kita sebagai ahli waris, penerus, dan pengejawatan cita-cita dan nilai luhur bangsa. Saya pribadi bersama Bapak Thahar atas kesadaran akan tanggungjawab menyatakan siap mengembang amanah rakyat ini demi menciptakan masa depan Luwu Utara yang lebih baik,” kata Indah.

Dia mengatakan, demi mewujudkan niat tulus bersama itu, dirinya berharap seluruh lembaga yang tergabung dalam Simpul Peduli Lutra untuk terus lakukan komunikasi sambung nalar lintas lembaga, antar sesama masyarakat sosial, sehingga memperluas cakrawala pandang, mempertajam analisis, serta mempertinggi objektivitas.

“Mari kita saling bergandeng tangan secara erat demi mewujudkan niat suci kita tersebut. Simpul Peduli Lutra tidak akan menghapus nilai sosial budaya yang telah tertanam dalam diri setiap masyarakat yang bersangkutan, namun tetap mencerminkan keBhineka Tunggal Ika di dalamk bingkai kesetiakawanan dan profesionalisme,” ujarnya.

Sebagai calon pemimpin Lutra lima tahun ke depan, pasangan Pintar juga diharapkan dapat merealisasikan komitmen dengan menjadikan Lutra sebagai daerah penghasil kakao nomor satu di Indonesia. Selain mendorong upaya pelestarian dan pengembangan hutan sagu di Lutra sebagai upaya mempertahankan pangan lokal utama, sumber penghijauan dan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Lutra, dan mengintegrasikan wilayah adat dalam RTRWK.


div>