JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

PjS Jeneponto Diusul Ulang ke Mendagri

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Rabu , 21 Februari 2018 11:00
PjS Jeneponto Diusul Ulang ke Mendagri

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL)

* Nama Asmanto Gantikan Ambaralla

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tiga nama Penjabat Sementara (PjS) Sulsel sudah dikukuhkan, masing-masing diantaranya, Andi Bakti Haruni sebagai PjS Bupati Bone, Andi Arwin Azis PjS Wali Kota Palopo dan Lutfi Natsir PjS Wali Kota Parepare.

Sementara satu nama lainnya masih ditahan oleh gubernur lantaran terjadi kesalahan administrasi.

Belakangan diketahui nama tersebut adalah kepala biro pemerintahan Sulsel, Hasan Basri Ambaralla. Pembatalan nama Hasan Basri Ambaralla menjadi PjS Kabupaten Jeneponto menjadi tanda tanya besar banyak pihak.

Menanggapi hal ini, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Laimpo mengatakan akan segera menentukan waktu pengukuhan PjS Kabupaten Jeneponto. “Segera tapi waktu saya yang terbatas. Dan disana kan ada Pelaksana hariannya. Kita tunggu nih dari Kemendagri,” ungkap Syahrul.

Beredar kabar, PjS kabupaten Jeneponto yang di SK-kan ulang oleh Kemendagri menggantikan Ambarala adalah Asmanto Baso Lewa. Asmanto sendiri saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sulsel.

Selain itu, dari informasi yang dihimpun, tiga nama yang diusulkan ulang ke Mendagri yakni sesuai dengan format awal dimana nama Asmanto yang paling pertama disusul dua nama lainnya. Dalam deretan tiga nama itu, nama Ambaralla idak tercantum.

Saat dikonfirmasi, Asmanto turut mengamini. “Insha Allah. Doakan semoga amanah, dik,” ujarnya.

Satu nama lainnya, yakni Kepala Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Balitbangda) Sulsel, Iqbal Suaeb.

Dikonfirmasi terpisah, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Sumarsono saat dikonfirmasi mengakui memang ada permintaan revisi SK sesuai usulan Gubernur. Namun kata dia, perbaikannya karena kesalahan teknis-administratif. “Ada kesalahan teknik administratif saja yang harus disesuaikan sesuai usulan Gubernur. Kesalahan harus dikoreksi, dan ini boleh saja,” kata Sumarsono.

Namun Sumarsono enggan menyebut adanya perubahan atau pergantian nama. Kata dia, pihaknya memproses sesuai usulan Gubernur Sulsel. Ia tak menampik jika nama Hasan Basri Ambaralla memang masuk dalam tiga besar yang di usulkan oleh Gubernur. “Iya, tapi ada kesalahan yang harus dikoreksi,” tambahnya. (*)


div>