SENIN , 18 DESEMBER 2017

PKB Berpotensi Jadi Rebutan Di Pilpres 2019

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 17 Oktober 2017 10:55
PKB Berpotensi Jadi Rebutan Di Pilpres 2019

LOGO PARTAI PKB

RAKYATSULSEL.COM – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi mendaftar sebagai peserta pemilu 2019.

Dalam keterangannya, Sekjen DPP PKB Abdul Kadir Karding menargetkan partainya harus memperoleh 100 Kursi di DPR dan minimal 10 kursi semua provinsi/kota/kabupaten.

Mengenai posisi PKB di kontestasi Pilpres, partai bentukan Gus Dur itu diprediksi bakal menjadi penentu kemenangan capres-cawapres di Pilpres 2019.

Pengamat politik Universitas Jayabaya Lely Arrianie memandang, PKB memiliki posisi tawar kuat lantaran saat ini menjadi partai menengah paling kuat dengan meraih posisi keenam dalam perolehan kursi di DPR yaitu 47 kursi (8,4 persen).

“PKB akan diperebutkan banyak partai dalam Pilpres 2019. Suara PKB bisa menentukan kemenangan bagi partai koalisi yang mengusung capres. Terbukti pada Pilpres yang lalu, kemenangan Jokowi-JK ditentukan hadirnya PKB di koalisi Jokowi-JK,” kata Lely di Jakarta.

Meski demikian, dari segi perolehan suara pada Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April 2014, PKB menempati urutan kelima dengan 11.298.957 suara atau 9,04 persen.

Parpol yang menempati urutan kelima berdasarkan perolehan kursi adalah Partai Amanat Nasional yaitu 49 kursi atau 8,8 persen. Hanya saja secara perolehan suara, PAN berada di bawah PKB sebanyak 9.481.621 suara atau 7,59 persen. Berarti, PKB setidaknya memiliki sumbangsih hampir 50 persen dari persyaratan minimum pencalonan presiden.

Berdasarkan UU Pemilu serentak 2019 sudah disahkan Rapat Paripurna DPR (21/7) lalu. Berdasar voting yang dilakukan, sejumlah fraksi di DPR menyetujui untuk memilih opsi Paket A dengan besaran ambang batas presiden 20 persen.

Inilah yang kemudian membuat PKB akan menjadi penentu untuk mencalonkan presiden dan wakil presiden mendatang.

“Suara PKB makin seksi dalam Pilpres 2019. Bisa saja PKB memimpin koalisi menentukan capres-cawapresnya atau bergabung dengan koalisi lain,” ujarnya.

Ketua Program Magister Universitas Jayabaya ini menyatakan, PKB memiliki posisi tawar tinggi diantara parpol lain, karena itu partai yang dikomandoi Muhaimin Iskandar itu belum menentukan pilihan mengusung Joko Widodo di 2019.

Apalagi, kata dia, internal PKB juga semakin solid dengan mendukung sang ketua umumnya, Muhaimin Iskandar untuk maju di Pilpres 2019.

“Wajar kalau PKB belum memutuskan mendukung Jokowi di 2019. Dengan perolehan suara di Pemilu 2014, bisa jadi PKB akan mengusung sendiri capres-cawapres atau minimal mengusung Muhaimin Iskandar sebagai cawapres,” jelasnya.

Meskipun pada beberapa survei yang diumumkan belakangan ini nama Cak Imin belum masuk papan tengah pada bursa capres-cawapres, banyak pihak meyakini ponakan Gus Dur ini makin menjadi figur rebutan, terutama untuk posisi cawapres.

PKB resmi mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2019. PKB menjadi partai ke-15 yang mendaftar ke KPU. [ian/rmol]


div>