SENIN , 20 NOVEMBER 2017

PKB tetap Optimis Agus-Aliyah Maju di Pilgub

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 27 September 2017 14:55
PKB tetap Optimis Agus-Aliyah Maju di Pilgub

Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad. (int)

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulsel, sudah mulai memanaskan mesin politiknya untuk memenangkan pasangan Agus Arifin Nu’mang-Aliyah Mustika Ilham (Agus-Aliyah) pada Pilgub 2018 mendatang.

Menurut Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad, sejauh ini semua struktur DPC dan tingkatan pengurus telah gencar melakukan sosialisasi untuk pasangan Agus-Aliyah.

“Kita (PKB Sulsel) terus melakukan sosialisasi di semua struktur pengurus. Kita juga sudah memberikan pelatihan kepada tim yang akan turun melakukan sosialisai ke lapangan,” kata Azhar Arsyad, Selasa (26/9) kemarin.

Selain itu, Azhar yang juga salah satu kader muda Nahdlatul Ulama (NU) menilai, Agus-Aliyah yang merupakan pasangan birokrat dan politisi merupakan paket yang paling ideal. Baik itu dari sisi keterwakilan gender, geopolitik, maupun pengalaman.

“Paket Agus-Aliyah paling ideal. Karena masing-masing mewakili gender, bisa menjadi penantang terkuat karena masing-masing memiliki ketokohan di Sulsel. Keduanya mempunyai basis kekuatan dimana-mana,” terangnya.

Menanggapi survei terbaru Poltracking yang menempatkan Agus-Aliyah posisi terendah, Azhar mengungkapkan hal tersebut masih fluktuatif.

“Elektabilitas figur di Pilgub, masih bisa berubah jika tahapan telah resmi berjalan,” terangnya.

Sementara, Ketua Dewan Pengurus Provinsi Partai Persatuan dan Kesatuan Indonesia (DPP PKPI) Sulawesi Selatan, Suzanna Kaharuddin mengatakan jika sejauh ini pihaknya telah melakukan fit and proper test bakal calon Gubernur Sulawesi selatan di Jakarta.

Dari empat kandidat yang melakukan pendaftran dan mengambalikan formulir yakni, Wakil gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah (NA), ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid dan Abdul Rivai Ras. Namun hanya dua orang yang mengikuti tahapan selanjutya.

“Dari empat yang mendaftar, hanya dua orang mengikuti fit and prpoer test di Jakarta kemarin, hanya pak Nurdin Halid dan Rivai Ras,” kata Suzanna saat ditemui di kantor DPRD Sulsel.

Bahkan menurut anggota DPRD Sulsel tersebut, dengan dua orang yang mengikuti fit and propert test dilakukan DPP PKPI, sehingga NH dan Rivai Ras memiliki peluang untuk mendapatkan satu kursi PKPI.

“Tentu yang mengikuti semua tahapan pasti berpotensi untuk diusung,” ucapnya.

Suzanna melanjutkan, jika ketidakhadiran kedua orang tersebut, memiliki alasan, karena kesebibukan mengurus daerah, sehingga tidak menyempatkan diri untuk hadir fit and proper test di Jakarta.

“Informasi yang kami dapat, jika pak Agus dan NA tidak bisa hadir karena sibuk,” ujarnya.

Namun pada saat disinggung potensi DPP PKPI untuk melakukan fit and proper test susulan terhadap Agus dan NA, Pihaknya menyerahkan ke DPP.

“Tergantung yang ada di pusat. Karena penentuan Gubernur ada di pusat bukan di provinsi,” ungkapnya.

Sementara itu, pakar politik Universitas Hasanuddin Amir Ilyas mengatakan perhitungan sesungguhnya dalam pilkada harus merujuk pada elektabilitas pasangan calon dan wakil calon.

Menurutnya, dalam pesta demokrasi, publik bukan hanya memilih satu figur, melainkan dua figur berpasangan yang saling melengkapi. Karena itu, tingginya elektabilitas figur perseorangan bukan jaminan memenangkan pilkada.

“Palingan data elektabilitas perseorangan itu hanya bisa menjadi bahan masukan internal pasangan calon. Itu sisa jadi rujukan saja untuk langkah paslon kedepan. Tapi karena semua sudah punya pasangan, maka yang dihitung sisa elektabilitas berpasangan itu,” kata Mantan Anggota Panwaslu Makassar ini.


div>