KAMIS , 18 OKTOBER 2018

PKK Bantaeng Latih Warga Desa Pa’bumbungang Buat Kripik Pisang

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Minggu , 23 September 2018 07:30
PKK Bantaeng Latih Warga Desa Pa’bumbungang Buat Kripik Pisang

Kurang lebih 30 orang warga Desa Pa'bumbungang, Kecamatan Eremerasa, mengikuti Pelatihan Kripik Pisang, di kantor Desa, Sabtu (22/9).

BANTAENG, RAKYATSULSEL,COM – Kurang lebih 30 orang warga Desa Pa’bumbungang, Kecamatan Eremerasa, mengikuti Pelatihan Kripik Pisang, di kantor Desa, Sabtu (22/9).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. PKK Kabupaten Bantaeng mengutus 3 kadernya sebagai narasumber.

Yakni Kepala Seksi Perlindungan Anak Dinas PMDPPPA, Ramlah, lurah Bonto Rita, Kecamatan Bisappu, Juhaedah, dan Staf Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Kusmini.

Kehadiran 3 kader ini menandai keseriusan PKK di tingkat Kabupaten menyikapi PKK Desa Pa’bumbungang yang baru bangun dari tidurnya.

Pasalnya barulah ada kepedulian terhadap kegiatan PKK selama kurun waktu 7 tahun terakhir. Paling tidak hingga kepemimpinan Risna Wahyuni selaku Ketua PKK Desa Pa’bumbungang yang baru menjabat selama 8 bulan.

Harapan pun tercurah dari Ramlah saat memaparkan materi di hadapan warga. Menurutnya PKK desa harus lebih aktif karena didukung pendanaan cukup melalui Dana Desa.

“Saya salut Ibu Desa (isteri Kepala Desa) bisa membangunkan PKK desa yang kita cintai ini, bangun dari tidur panjangnya. Terakhir Saya kesini 7 tahun lalu dan baru kali ini lagi bisa ke Pa’bumbungang. Soal pendanaan, Dana Desa siap. Hanya saja tetap Ibu Desa harus membuat proposal dan membuat program tentunya, bukan dengan meminta saja,” katanya.

Pada kesempatan sama, Kepala Desa Pa’bumbungang, Ardi Sri Nandar menyampaikan kesyukurannya dapat mendukung program dan kegiatan PKK di desanya. Menurutnya PKK bagian penting dari kemajuan sebuah desa. Melalui pelatihan itu dirinya berharap akan muncul usaha warga yang lebih produktif.

“Jangan sampai disini saja, sudah pelatihan selesai juga. Kita akan bangga kalau di Pa’bumbungang lahir perusahaan Kripik Pisang. Jadi Ibu-ibu belajar langsung pada ahlinya, kemudian diaplikasikan,” jelas dia.

Pelatihan berlangsung alot namun peserta terlihat antusias mengikuti arahan narasumber. Bahkan tiap orang bergiliran praktek mulai dari proses penyiapan bahan, menggoreng kripik sampai siap dihidangkan. (*)


div>