SELASA , 24 APRIL 2018

PKL Center Beroperasi Sebelum Ramadan

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 12 April 2018 11:15
PKL Center Beroperasi Sebelum Ramadan

Deng Ical. (ist)

* Dikelola Pusat Layanan Usaha Terpadu

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI berusaha mempercepat relokasi pedagang kaki lima (PKL) Masjid Almarkas dan Bontoala ke PKL Center Karebosi. Ditarget, akhir April ini PKL Center bisa difungsikan.

“Kita berharap sebelum ramadan PKL Center ini bisa beroperasi, cuma tetap tergantung perkembangan nanti,” ucap Syamsu Rizal MI, Rabu (11/4).

Ia mengatakan bahwa PKL Center Karebosi ini akan dikelola UPTD Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) dibawah koordinasi Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar. Fokus usaha di PKL Center ini hanya kuliner dan handcraft (kerajinan rumah).

“Hanya kuliner dan handcraft karena kita berharap ini akan menjadi trandmarknya Kota Makassar. Jadi Kaki Lima ta’ tetap. Tapi bidang usahanya itu (kuliner dan handcraft),” cetus Syamsu Rizal.

Lanjut Deng Ical, sapaan Syamsu Rizal, pihaknya masih melakukan kajian lebih dalam persoalan area PKL Center Karebosi. Pasalnya masih banyak hal yang mesti dibenahi sebelum benar-benar difungsikan.

“Itu lagi diatur tupoksinya supaya tidak kumuh dan cantik serta menjadi destinasi baru,” ucap Deng Ical.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Diskop Makassar, Johansyah mengatakan bahwa pedagang kaki lima yang terdata untuk direlokasi di dua wilayah yaitu pedagang di Al Markaz dan Bontoala berjumlah 87 lapak. Artinya tersisa 100 lebih booth yang masih kosong sehingga pihaknya masih berusaha mendata pedagang yang berada di depan Benteng Rotterdam.

“Kan ada 300 totalnya booth, jadi kita harap pedagang yang berada di jalan lain yang dapat menimbulkan kemacetan, itu yang kita kasi masuk,” ucap Johansyah.

Ia mengatakan, pihaknya memprioritaskan pedagang yang ber KTP Makassar dan memiliki izin usaha PKL yang akan ditempatkan di PKL Center.

“Kita buka pendaftaran tapi tidak ada yang datang, apa mungkin tidak menarik atau strategis atau yang PKL itu bukan orang Makassar,” kata Johansyah.
Terpisah, Camat Ujung Pandang, Zulkifli Nanda mengatakan bahwa relokasi pedagang ke PKL Center Karebosi memang harus dipercepat.

“Harus dipikirkan matang-matang, apalagi soal sampah ini, jujur untuk di Kecamatan Ujung Pandang armada kurang karena melayani tidak hanya di Karebosi,” ucap Zulkifli.

Olehnya itu, Kata Zulkifli pihaknya mengusulkan pengadaan kontainer penampungan sampah di area PKL Center. pSelain memudahkan mobil pengangkut sampah, kontainer tersebut kata Nanda memberi kesan rapi di area tersebut. (*)


div>