SABTU , 26 MEI 2018

PKL Pasar Sentral Ngotot Tak Ingin Di Relokasi

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Rabu , 09 Mei 2018 10:56
PKL Pasar Sentral Ngotot Tak Ingin Di Relokasi

Kondisi pembangunan Pasar Sentral Makassar, saat diabadikan belum lama ini. foto: asep/rakyatsulsel.

*Pemkot Jamin Penjualan PKL di New Makassar Mall

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Relokasi sejumlah pedagang ke New Makassar Mall terancam berakhir konflik, pasalnya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di Pasar sentral berkomitmen untuk tidak ingin direlokasi dan bertahan di Blok B Jalan KH Ramli dan Jalan KH Agus Salim.

Sekertaris Asosiasi Pedagang Kaki Lima (Aspek 5), Syariah Anas mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen dan ngotot tidak ingin masuk alias di relokasi ke New Makassar Mall karena selain harga yang mahal, juga minim pembeli. “Tuntutan Kita (PKL) menolak direlokasi dan melanjutkan pembangunan Blok B, ituji,” singkat Syariah Anas, Selasa (8/5)

Lanjut Syahriah Anas, meski diberikan lods secara gratis, pihaknya sejak dulu menolak masuk ke New Makassar Mall lantaran lokasinya yang dianggap tidak strategis bahkan mengindikasikan memberikan dampak kerugian besar bagi PKL

“Jangankan tiga bulan gratis, selama setahun pun dikasi graris kita tidak akan pindah, harga mati, Aspek 5 menolak masuk, tidak pernahji kami berubah-berubah sejak awal,” cetus Syariah Anas

Ia mengatakan bahwa solusi bagi PKL di Pasar sentral sudah diberikan oleh Walikota Non Aktif, Moh Ramdhan Danny Pomanto yaitu pembangunan di blok B menjadi dua tingkat sehingga lods bisa tersedia untuk PKL yang berjumlah 1200 orang.

“Sekarang kan adami Blok B, solusi yang diberikan di depan Harapan baru, itumi kita mau lanjutkan (pembangunan) khusus PKL supaya tidak berjualan di badan jalan,” kata Syariah Anas

“Pokoknya dua komitmen Aspek, menolak masuk ke New Makassar Mall dan lanjutkan pembangunan Blok B, tidak panjang lebarji,” lanjutnya

Ia mengatakan bahwa bangun Blok B bukan berada di badan jalan, selain itu penataan yang rapi dan bersih menjadi alasan para PKL mempertahankan Blok B, tidak hanya itu harga yang relatif terjangkau bagi PKL. “Lebih murah (di Blok B) cuman Rp 2,5 juta, didalam kan Rp 136 juta. Rp 2,5 juta itu ongkos pembangunan yang dari badan jalan ke dalam Blok B,” ucap Syahriah Anas

Sementara itu, Sekertaris Tim Relokasi, Ikhsan NS mengatakan bahwa aspirasi para pedagang akan ditampung tapi perlu dikaji alasan kengototan menolak di relokasi ke New Makassar Mall padahal tempat yang disediakan bisa lebih baik lagi dari yang kemarin dimana bisa menganggu akses lalu lintas.

“PKL sudah berapa tahun melakukan jual beli, kita rencana kembalikan fungsikan ke fasilitas umum, toh perkara alasan tidak mau masuk karena mahal dan itu mau dikasi ulang,” jelas Ikhsan NS

Kepala Bidang Perdagangan Disdag Makassar ini mengatakan bahwa PKL yang berada di pasar sentral itu tidak memiliki legalitas tempat sehingga upaya pemkot makassar membantu mereka untuk memberikan legalitas tempatnya di New Makassar Mall.

“Blok B itu tempat penampungan sementara pasca kebakaran, dan ini sudah berapa tahun dan New Makassar Mall sudah jadi,” ucap Ikhsan NS

“Kalau mereka tetap ngotot, itu bagaimana, kan menganggu lalu lintas, pemkot mencarikan solusi terbaik dengan tidak ada kesan ada yang dirugikan,” lanjutnya

Ia menambahkan bahwa solusi terbaik Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyediakan tempat di lantai 3 dan lantai 5, selain itu pemkot akan memberikan jaminan penjualan dan pembelian akan tetap terjadi di lods mereka.

“Kita mencarikan cara agar tempat mereka ramai dikunjungi dan itu kita kaji dengan pemerintah provinsi, yang dikuatirkan kan pembeli mereka sepi nah itu kita carikan solusi, kita buatkan event-event tiap hari dan kita arahkan pembeli ke lantai PKL berjualan,” jelas Ikhsan NS. (*)


div>