MINGGU , 21 JANUARI 2018

PKS Absen di Bone dan Wajo

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 23 Mei 2017 10:07
PKS Absen di Bone dan Wajo

ilustrasi:rambo/rakyatsulsel

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel menggelar rapat pleno penentuan bakal calon kepala daerah dari unsur internal yang akan di usung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 mendatang di Hotel Max One, Jalan Taman Makam Pahlawan, Senin (22/5).

Dari 12 daerah yang menggelar Pilkada plus Pilgub Sulsel, PKS absen di dua daerah. Masing-masing Kabupaten Bone dan Wajo. Artinya, PKS tidak mengusung kader di dua daerah tersebut.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS Sulsel, Irwan ST mengatakan, penetapan kader yang akan disung pada Pilkada serentak nantinya berdasarkan hasil penetapan dari Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD), Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) dan unsur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.

Tetapi, kata Irwan, rapat pleno yang digelar hari ini (kemarin) adalah bentuk pemantapan dan kesiapan kader internal yang akan maju sebelum nantinya masuk pada tahapan survei. Sehingga, usai penetapan pada rapat pleno, kader yang telah mendeklarasikan diri akan maju dan dipersilahkan untuk melakukan sosialisasi dengan membawa identitas partai.

Ia menambahkan, dari sejumlah nama yang ada pada hasil Pemilu Raya (Pemira) PKS se-Sulsel, tidak semua kader menyatakan sikap akan maju. Hanya beberapa daerah saja yang siap untuk ikut dalam perhelatan pesta demokrasi 5 tahunan ini.

“Menindaklanjuti hasil Pemira yang lalu, ada tiga kader internal dari masing-masing daerah ini yang akan dinominasikan oleh kader sebagai calon yang akan didorong. Tetapi kemudian mereka ini di konfirmasi kesediaannya, dan ternyata tidak semua bersedia. Ada daerah yang satu orang bersedia maju dan daerah yang tidak ada sama sekali yang ingin maju, ada dua orang dan tiga orang,” ungkap Irwan.

Legislator DPRD Makassar ini menjelaskan, para kader internal melalui rapat pleno ini akan diperkuat statusnya. Bahwa merekalah yang didorong oleh partai untuk maju bertarung. Dimana, nantinya usai melakukan sosialisasi kader akan di survei dan diserahkan ke DPP sebagai bahan pertimbangan usungan. Juga, sebagai bahan komunikasi untuk membangun koalisi dengan partai-partai lain.

[NEXT-RASUL]

“Jadi sebelum dilakukan survei, mereka di izinkan untuk sosialisasi. Karena kita akan mengirimkan laporan ini ke DPP, karena laporan ini nantinya hasil survei mereka. Kemudian hasil survei ini nantinya kita gunakan untuk komunikasi dengan kandidat eksternal dan partai politik yang lain. Karena kita di PKS tidak ada daerah yang kita bisa mengusung sendiri, harus berkoalisi. Apakah nantinya kandidat kita ini cocok sebagai 01 atau 02 melihat hasil surveinya,” jelasnya.

Saat ditanya terkait, daerah-daerah mana saja PKS memiliki kader yang siap maju di Pilkada. Irwan menyebutkan, dari 12 kabupaten/kota ada dua daerah yang tidak ada kader PKS akan maju. “Jadi cuma Bone dan Wajo kita tidak ada kader, untuk daerah lain, kita ada calon,” ujarnya.

Sedikitnya ada 15 kader yang telah ditentukan PKS untuk bertarung di Pilkada serentak mendatang. Khusus Pilwalkot Makassar, PKS menetapkan tiga nama. (selengkapnya lihat grafis).

Untuk Pemilihan Gubernur Sendiri, PKS Sulsel mendorong satu nama yang akan ikut berkompetisi yakni, Bendahara DPW PKS Sulsel, Ariadi Arsal.

Namun, lanjut Irwan, partai tidak mengesampingkan hasil Pemira misalnya di Pilgub Sulsel. Dimana dalam hasil tersebut ada tiga nama yang muncul. Semuanya berasal dari figur eksternal. Yaitu Rusdi Masse, Nurdin Abdullah, dan Agus Arifin Nu’mang.

“Hingga saat ini figur eksternal masih malu-malu memberikan hasil surveinya kepada kami. Padahal salah satu indikator untuk diusung adalah hasil survei mereka dan partai apa saja yang mendukungnya,” terang Irwan.

Oleh karena itu, pihaknya akan menunggu. Bahkan tidak menutup kemungkinan, kata Irwan akan dipaketkan dengan kader internal PKS. Pasalnya untuk Pilgub Sulsel PKS mengusung Ariadi Arsal yang berasal dari internal.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Ketua DPW PKS Sulsel, Andi Mallarangang Tutu menegaskan, bahwa PKS akan mendorong kader internalnya sebagai 01 pada Pilkada dan Pilgub mendatang. Namun, ia tidak menampik bahwa semua itu nantinya tergantung hasil survei dan rekomendasi dari DPP.

“Semua kita sampaikan untuk kosong satu, calon gubernur, calon bupati dan calon wali kota. Pada tahapan mereka bersosialisasi baru kita lihat seperti apa nantinya sebelum masuk tahapan survei. Dari sekian mereka ini siapa yang akan maju,” ungkapnya.

Saat ditanya terkait antisipasi rivalitas kader PKS dalam tahap sosialisai untuk menghindari over manuver. Ia menjelaskan bahwa, sebelum turun sosialisasi ke masyarakat dengan membawa identitas partai, para bakal calon terlebih dahulu diberikan pemahaman oleh tim pemenangan yang ada, baik tingkat wilayah maupun daerah. Sehingga, lebih paham tentang makanisme dan proses sosialisasi yang baik dan benar.

“Kita ada namanya tim pemenangan, jadi mereka nanti akan diberikan pedoman bagaimana mekanisme dan proses sosialisasi yang benar. Serta juga ada kode etiknya seperti kader atau pengurus yang tidak direkomendasi untuk maju harus independent dan tetap pada struktural. Dan tidak boleh berpihak pada satu kandidat karena kita menjaga kondisi yang kondusif. Kita ingin tunjukkan bukti kader PKS ke masyarakat luas,” jelasnya.

Dari sepuluh daerah kabupaten/kota yang memiliki kader internal untuk di usung. Hanya, bakal calon Bupati Kabupaten Luwu dari PKS yang merupakan incumbent, yakni Wakil Bupati Kabupaten Luwu, Amru Saher.

Saat di konfirmasi, Amru Saher mengatakan kesiapannya maju untuk meneruskan kerja-kerja dari bupati yang saat ini. Yang dimana tidak dapat lagi maju karena sudah dua periode.

Dengan adanya rekomendasi dari PKS, ia berharap mampu lebih giat dalam kerja-kerja sosialisasi bersama timnya.

[NEXT-RASUL]

“Kalau di luwu kan pak bupati sudah dua periode, kalau disebut penantang kan kurang enak mungkin lebih cocok ditantang. Dengan adanya rekomendasi dari partai ini merupakan modal besar bagi saya dan merupakan amanah dari partai,” ungkapnya.

“Beda dengan kalau tidak ada rekomendasi dari partai. Dan ini merupakan modal bagi tim saya yang sudah jalan di Kabupaten Luwu dan semakin memperkuat modal kita dilapangan,” lanjutnya.

Saat ditanya terkait, bakal calon pendampingnya nanti di Pilkada Luwu, ia menuturkan bahwa saat ini masih fokus dalam tahapan sosialisasi. Dimana, untuk menentukan pendamping belum menjadi prioritas yang tentunya masih banyak tahapan yang harus dilalui.

Ia hanya menjelaskan bahwa, calon pendamping akan di komunikasikan dengan partai pengusung nantinya. “Kalau paket kita belum, karena survei kan harus jalan. Pendaftaran kan juga nanti bulan dua, jadi sekarang kita akan komunikasi dengan seluruh kandidat yang ada disana. Penentuan nantilah menjelang-menjelang pendaftaran,” paparnya. (E)


Tag
  • pilkada 2018
  •  
    div>