SELASA , 20 NOVEMBER 2018

PKS Gowa Satukan Suara Untuk Tamsil Linrung

Reporter:

Fahrullah

Editor:

Iskanto

Jumat , 07 September 2018 17:03
PKS Gowa Satukan Suara Untuk Tamsil Linrung

Ketua PKS Gowa, Tri Alfiard Hasyim

GOWA, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejaterah (PKS) kabupaten Gowa, saat ini loyal kepada kandidat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Wilayah Sulsel yang juga kader PKS yakni Tamsil Linrung.

Walau saat ini Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulsel belum mengeluarkan surat edaran jika seluruh kadernya wajib memengkan Tamsil Linrung. Hal itu lantaran Tamsil Linrung dianggap salah satu kader berpontensi duduk setelah menjadi anggota DPR RI tiga periode.

Ketua DPD PKS Gowa, Trie Alfiard Hasyim mengatakan seluruh kader PKS akan bekerja keras untuk mengantarkan Tamsil Linrung sebagai anggota DPD RI. Bahkan PKS Gowa telah menargetkan 25 ribu suara untuk membawa Tamsil Linrung duduk sebagai senator di DPD RI.

“Kami menargetkan 25 ribu suara di Gowa. Target ini sangat realistis untuk dicapai. Dengan kerja keras seluruh kader kita bisa mengantarkan Ust Tamsil sebagai kader PKS yang duduk di DPD RI,” kata Trie.

Dirinya menambahkan, untuk pemilu 2019 PKS akan menggunakan strategi 721 TPS. Artinya 7 kursi DPRD kabupaten, 2 kursi DPRD provinsi, 1 kursi DPR pusat. Dan TPS bermakna Tamsil, Prabowo, Sandi.

“Ini menjadi sandi dan target kita pada pemilu 2019. Sandi ini harus diketahui seluruh kader. Agar semua potensi dan kekuatan kader bisa dimanfaatkan untuk mencapai target tersebut,” tandasnya.

Dalam silaturahmi dengan PKS Gowa, Tamsil memberikan arahan dan penguatan strategi politik untuk bersaing pada pemilu 2019 nanti.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini mengatakan, ummat tidak boleh buta politik. Karena politik dan dakwah tidak bisa dipisahkan dalam artian berdakwah lewat jalur politik.

“Yang sudah dijalur politik berdakwalah lewat politik. Yang dijalur dakwah, berpolitiklah lewat dakwah. Jangan sampai buta politik akibatnya fatal. Politik dan dakwah tidak bisa dipisahkan,” jelasnya.

Politikus yang sudah 3 periode di senayan ini juga mengungkapkan alasannya pindah “kamar” ke DPD RI. Dia ingin ada regenerasi politik dalam PKS. Sehingga muncul kader-kader baru yang memperjuangkan agenda ummat di DPR.

“Saya ingin ada kader baru yang menggantikan saya di DPR. Dan saya akan melanjutkan perjuangan ummat di DPD,” jelasnya. (*)


Tag
div>